Tips Kesehatan
Panduan Periksa Gigi saat Pandemi Corona Aman Tidak? Tips Kesehatan drg Wira Zeko Rohat
Pemeriksaan gigi yang seharusnya dilakukan enam bulan, sekalipun menjadi terhambat karena takut terjadi penularan.
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bagaimana cara periksa gigi saat pandemi corona? Aman tidak, berisiko tidak?
Memang, pandemi corona telah mengubah kebiasaan hidup sehari-hari.
Nih, ada tips kesehatan panduan periksa gigi dari dokter gigi di Jambi, simak ya.
Virus corona menular melalui percikan cairan tubuh penderita, yang salah satunya keluar melalui mulut. Itu sebabnya tiap orang harus saling menjaga jarak.
• Tips Menghilangkan Stres Selama Pandemi Virus Corona Covid-19 Ini, Lakukan Beberapa Hal Ini
• Kisah Nenek Maia Estianty dan Soekarno, My grandmother, Oetari Tjokroaminoto, was the first wife
• Tips Menurunkan Kadar Kolesterol dengan Cepat, dari Konsumsi Sayuran hingga Minum Teh Hijau
Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi corona ini.
Dokter gigi pun menjadi profesi yang rentan terpapar virus corona karena harus bersentuhan langsung dengan bagian droplet atau cairan di dalam mulut pasien saat penanganan medis.
Pemeriksaan gigi yang seharusnya dilakukan enam bulan, sekalipun menjadi terhambat karena takut terjadi penularan.
Bagaimana pemeriksaan gigi saat corona kondisi sekarang ini?
Nah, drg Wira Zeko Rohat dari Zeko Dental Care Jambi menjelaskan bahwa pemeriksaan yang sifatnya tidak emergensi sebaiknya ditunda.
Namun, jika harus ke dokter gigi, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Syarat saat akan datang ke praktik dokter gigi suhu tubuh (<37,5'C) dalam kondisi normal, tidak ada riwayat perjalanan dari zona merah, dari sisi kesehatan pasien sedang tidak dalam kondisi demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan,” jelasnya.
Ia memaparkan, jika seorang pasien merasakan sakit gigi bisa dilakukan pemeriksaan gigi dengan protokol ketat.
Seperti pasien dan pendamping pasien wajib menggunakan masker, cuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum masuk ke ruang praktek, pengukuran suhu tubuh, screening kesehatan yang meliputi riwayat kesehatan, riwayat perjalanan, riwayat kontak dengan pasien covid, ODP, OTG dan PDP.
Lalu saat pasien berada di praktik, wajib menggunakan hand sanitizer, head cap disposible, gown disposible dan kumur menggunakan CHX yang sudah disediakan lalu duduk dengan tetap menjaga jarak dengan pasien lainnya.
“Saat tindakan gigi sebaiknya mengurangi tindakan yang menghasilkan aerosol,” ungkapnya.
Saat pemeriksaan pasien, dokter gigi dan assisten juga menggunakan APD lengkap serta alat-alat pengaman lainnya seperti vacum ekstraoral, humadifier untuk desinfectan serta sinar UV.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/drg-wira-zeko-rohat-dari-zeko-dental-care-jambi.jpg)