Seorang ibu yang memiliki tiga anak yang mencuri kelapa sawit untuk membeli beras akhirnya meminta maaf atas perbuatannya tersebut.
RMS (31) mengaku khilaf atas atas tindakannya tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Ia menyesali perbuatannya yang telah mencuri tandan buah sawit milik PTPN V Sei Rokan di Desa Tandun Barat, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.
"Saya menyesal, Pak. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, Pak," ucap RMS.
Begitu juga dengan suaminya, Junaidi (43), yang menyampaikan permohonan maaf kepada pihak perusahaan atas kelakuan istrinya
Selaku kepala keluarga, dia berjanji akan membina istrinya dengan baik agar tidak terjerumus ke jalan yang salah.
• Ini Catatan Amnesty Internasional tentang Papua Sejak 2011, Mau Dibawa Ke PBB
• Pacar tak Mau Diajak Balikan, Pemuda di Aceh Selatan Nekat Sebar Foto Syur di Facebook dan WhatsApp
"Saya sebenarnya malu dan tidak menyangka istri saya berbuat seperti ini. Sudah saya ingatkan jangan seperti itu lagi. Jadi, saya minta maaf kepada semua pihak, terutama PTPN V. Ke depannya saya janji akan jaga istri saya," kata pria yang bekerja serabutan ini.
Dilansir dari Kompas.com, RMS mengaku jika ia mencuri tandan sawit tersebut karena beras di rumahnya habis.
Ia kemudian mencuri tandan sawit tersebut untuk membeli beras saat suaminya bekerja.
"Waktu itu beras cuma tinggal dua kilo. Jadi saya pergi ambil buah sawit PTPN V untuk beli beras. Saya khilaf, Pak. Maafkan saya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada perusahaan dan pihak lainnya yang telah membantu saya," pungkas Richa.
Meskipun begitu, Dirut PTPN V Jatmiko K Santosa pun mendatangi RMS ke rumahnya dan menyerahkan bantuan sejumlah uang secara pribadi.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk prihatin perusahaan terhadap keluarga RMS.
"Tentu harapan kita ke depan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Karena yang namanya pencurian itu tidak dibenarkan," ungkap Jatmiko saat diwawancarai Kompas.com, Kamis malam
• Nekat! Dua Supir Travel Ini Selundupkan 9 Penumpang Tanpa Hasil Rapid Tes, Mereka Bayar Rp300 Ribu
• Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris, Diduga Jamaah Islamiah di Cirebon dan ISIS di Kalimantan
Kaget dengan berita yang beredar
Namun, Jatmiko mengaku kaget dengan pemberitaan yang beredar terkait penangkapan pelaku pencurian tandan buah sawit tersebut.
Menurut dia, pemberitaan yang beredar tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi sebenarnya.
"Jujur saya sendiri sangat kaget dengan informasi yang beredar di media. Karena, sepemahaman saya, kami tidak melakukan kegiatan seperti itu. Artinya, kami dalam masalah hukum tetap melihat sisi kemanusiaannya juga. Tapi kan, di berita yang beredar seolah-olah kami tidak punya rasa kemanusiaan. Makanya, saya datang langsung mengecek seperti apa yang sebenarnya," ungkap Jatmiko
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/richa-marya-simatupang-31-menerima-bantuan-sembako-dari-polisi.jpg)