Breaking News:

Berita Tanjab Barat

Kasus Pamsimas Desa Teluk Kulbi, Kasi Intel: Baru Sebatas Pemeriksaan Berkas

Kasi Intel Kejari Tanjabbar, Arnold Saputra menyebutkan bahwa laporan yang masuk dari Oktober 2019 tersebut saat ini masih dilakukan pemeriksaan...

Tribunjambi/Samsul Bahri
Pamsimas di Desa Teluk Kulbi, Kabupaten Tanjabbar 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjabbar angkat bicara terkait persoalan laporan kasus Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjabbar.

Kasi Intel Kejari Tanjabbar, Arnold Saputra menyebutkan bahwa laporan yang masuk dari Oktober 2019 tersebut saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap pemberkasannya.

"Iya baru sebatas pemeriksaan berkas terkait data yang kita dapatkan dari pelapor. Karena untuk pemanggilan masih kita kurangi nian karena Covid-19 ini," sebutnya, Kamis (4/6/2020).

Besok Pengumuman Kelulusan SMP di Muarojambi Diumumkan Malam Hari untuk Hindari Ini

Diduga Motif Asmara, Bidan Desa Dianiaya Istri Polisi Hingga Alami Kritis

KRONOLOGI 3 Warga Merangin Tiga Jam Tertimbun Tanah Penambangan Emas Ilegal

Lebih lanjut diungkapkan bahwa memang pihaknya ada berniat dengan bersama pelapor untuk turun ke lapangan untuk mengecek kondisi proyek tersebut. Namun memang karena ada beberapa kendala dan halangan, hingga adanya muncul Covid-19 niat tersebut belum terlaksana.

"Memang beberapa kali mau turun ada aja kendalanya. Kendala ada beberapa kunjungan kemudian kita tunda karena Covid masuk," sebutnya.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya juga belum melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang ingin dimintai keterangan terkait persoalan tersebut. Mantan Kepala Desa, Kepala Desa dan juga pendamping pelaksanaan proyek akan di mintai keterangan.

"Kalo minta keterangan yang jelas kades lama, kemudian dari pihak pelapor kemudian dari pihak pamsimas. Kalo dari data sementara yang kita dapat ini memang dia ada (permasalahan). Tapi lebih jelas harus kita panggil, mau tidak mau ya tidak bisa cepat," katanya.

Ia menerangkan bahwa laporan yang masuk tersebut ada beberapa poin dugaan yakni terkait dengan pembangunan yang gagal karena air tidak mengalir. Kemudian adanya data yang di duga di manipulasi.

"Dari informasi anggota yang turun, memang sumber air minim atau dikit. Karena memang di bangunnya pamsimas ini di daerah yang susah air, jadi untuk mengaliri air ke rumah-rumah masyarakat itu tidak sampai," ungkapnya.

"Terkait manipulasi data kita baru sebatas keterangan. Nanti kita cek kelapangan setelah Covid-19 ini selesai," pungkasnya.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved