Berita Sarolangun

Ratusan CJH Sarolangun Batal Berangkat Tahun 2020 Ini, Kemanag : Kita Ambil Hikmahnya

Kementrian Agama Republik Indonesia sudah memutuskan pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 ditunda.

Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto
CJH Sarolangun tahun 2019 lalu. Tahun 2020 ini ratusan CJH Sarolangun batal berangkat karena pandemi Covid-19 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kementrian Agama Republik Indonesia sudah memutuskan pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 ditunda.

Ditundanya pelaksanaan haji ini seiring dengan pandemi Covid -19 dan masih terjadi angka peningkatan di wilayah arab saudi.

Terkait hal tersebut, ratusan calon jamaah haji asal Kabupaten Sarolangun, dipastikan gagal berangkat tahun ini.

"Keberangkatan haji kita sudah menyaksikan dan disampaikan oleh Menteri Agama bahwa haji tahun ini dibatalkan dan dilanjutkan tahun berikutnya," kata Kanwil Kemenag Sarolangun, Syatar, Selasa (2/6/2020)

"Jamaah kemarin yang terjaring 269 orang yang berhak melunasi, termasuk tahap II. Dari jumlah itu yang melunasi hanya 238 orang. Dan tidak melunasi atau menunda 31 orang dengan berbagai macam alasan," katanya.

Tidak Dilibatkan Pemerintah Soal Pembatalan Haji, Ketua Komisi VIII Protes

Shalat Jumat Bergelombang Tak Diperbolehkan, Ini Penjelasan MUI

Adanya penundan keberangakatan haji tersebut, pihaknya mengetahui betul situasi dan kondisi saat ini yang masih dalam peristiwa Covid-19.

Keputusan dari pemerintah pusat ini dilakukan sehubungan peristiwa Covid-19, sehingga akses menuju Arab Saudi saat ini belum bisa dibuka untuk ribuan jamaah.

Kemenag Sarolangun berharap masyarakat khsususnya yang sudah melakukan pelunasan agar menerima keputusan pemerintah dengan bijak dan bisa memetik hikmahnya.

"Mau tidak mau bagi jamaah yang sudah melunasi kita tetap menerima dan legowo dan para jamaah kita ambil hikmahnya," ujarnya.

Jarang Muncul di Publik, Ini Sosok Djoko Saptoadji Suami Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Batal Berangkat Akibat Covid-19, 2.909 Calon Jamaah Haji Jambi Bisa Berangkat Tahun 2021

"Kalaupun dipaksa pergi tentu akan banyak kendala, dan dikhawatirkan kita tidak bebas ibadah. Bisa jadi kita diperintahka ibadah wajib saja, tidak bisa ziarah dan lainnya. Kita ambil ini hikmah," sebut Satar menambahkan.

Lanjutnya, jika calon jamaah haji yang tahun ini gagal berangkat, dipastikan pada tahun depan bisa diberangkatkan, jika pendemi Covid-19 sudah tidak ada lagi.

Namun tidak menutup kemungkinan, terkait pergeseran keberangkatan, untuk jadwal calon jamaah haji tahun 2021 bisa tertunda pada tahun 2022. Namun ini belum dapat dipastikan.

Dengan adanya pembatalan ini, pihaknya akan menindak lanjuti ke masyarakat dan sembari menunggu surat dari kanwil provinsi dan pusat.

"Ya diharapkan jangan ada pemikiran lain," katanya. (Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved