Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Amerika Serikat vs China Memanas, Mahasiswa Cina di AS Terancam Diusir, Donald Trump Bilang Begini

Mahasiswa Cina tidak boleh berada di sini untuk sekolah. karena terus memata-matai kita

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sputnik News
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kanan) dan Presiden China Xi Jinping (kiri). 

TRIBUNJAMBI.COM - Amerika Serikat akan mengambil tindakan tegas terhadap mahasiswa Cina yang belajar di negaranya.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan pengumuman akan segera dikeluarkan oleh Presiden AS, Donald Trump.

"TIndakan itu untuk mencegah dugaan spionase yang dilakukan oleh mahasiswa Cina," kata Pompeo dal konferesi pers, Kamis (28/5/2020) malam.

Trump sebelumnya mengatakan akan menggelar konferensi pers Jumat (29/5/2020) tentang Cina.

Ini Rekaman CCTV Tewasnya George Floyd yang Bikin Warga Amerika Marah hingga Kerusuhan Besar

Kondisi Amerika Malam Ini, Kerusuhan di 20 Kota Besar Akibat Kematian George Floyd

Dilansir AFP, Jumat (29/5/2020), hal itu terjadi tengah meningkatnya ketegangan antara kedua kekuatan dunia, termasuk mengenai status Hong Kong dan pandemi virus Corona baru.

Ditanya tentang laporan The New York Times bahwa Trump sedang mempertimbangkan untuk mengusir ribuan mahasiswa pascasarjana, Pompeo menjawab:

"Mahasiswa Cina tidak boleh berada di sini untuk sekolah. karena terus memata-matai kita."

"Kami tahu tantangan ini. Presiden Trump, saya yakin, akan mengambilnya," kata Pompeo kepada Fox News.

Dia menolak mengatakan apakah tindakan akan diumumkan Trump pada Jumat pagi.

"Kami memiliki kewajiban, kewajiban untuk memastikan mahasiswa yang datang ke sini untuk belajar ... tidak bertindak atas nama Partai Komunis Tiongkok," kata Pompeo.

The New York Times melaporkan Trump sedang mempertimbangkan membatalkan visa untuk ribuan mahasiswa pascasarjana yang terkait dengan militer Cina.

Langkah ini pasti akan menuai kritik dari universitas, yang semakin bergantung pada biaya kuliah dari mahasiswa asing.

Cina dan India merupakan sumber terbesar, dan telah terpukul keras oleh penutupan akibat COVID-19.

Aktivis Asia-Amerika telah lama menyuarakan keprihatinan penargetan mahasiswa Cina berdampak pada komunitas mereka sendiri.

Bahkan, warga AS keturunan Asia juga dicurigai sebagai mata-mata negaranya.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved