Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Amerika Serikat vs China Memanas, Mahasiswa Cina di AS Terancam Diusir, Donald Trump Bilang Begini

Mahasiswa Cina tidak boleh berada di sini untuk sekolah. karena terus memata-matai kita

Tayang:
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sputnik News
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kanan) dan Presiden China Xi Jinping (kiri). 

Dilansir AFP, Jumat (22/5/2020), pemerintah Cina telah mengumumkan bahwa undang-undang keamanan nasional untuk Hong Kong akan diusulkan pada sesi parlemen tahunan yang dibuka pada Rabu (20/5/2020).

Cina memberi sinyal terbaru dari rencana Beijing untuk menindak protes pro-demokrasi di wilayah semi-otonomi.

"Jika itu terjadi, kami akan mengatasinya dengan sangat kuat," kata Trump di Gedung Putih pada Kamis (21/5/2020).

Trump telah meningkatkan serangannya terhadap Cina atas pandemi virus Corona dalam beberapa hari terakhir ini.

Tampaknya Trump secara langsung menyalahkan presiden China Xi Jinping atas disinformasi Covid-19 ke seluruh dunia .

Dalam sebuah tembakan langka ke Tiongkok, presiden AS tweeted pada Rabu (20/5/2020) malam:

"Itu semua berasal dari atas, mereka bisa dengan mudah menghentikan wabah, tetapi mereka tidak!" katanya.

Fachrori Apresiasi Kontribusi Anggota DPR RI dalam Penanganan Covid-19

Komentar Trump muncul ketika sebuah studi menunjukkan bahwa sekitar 36.000 lebih orang Amerika akan meninggal karena pandemi.

Jika AS telah memberlakukan langkah-langkah jarak sosial hanya satu minggu lebih awal pada pertengahan Maret 2020.

Menurut perkiraan dari Universitas Columbia di New York, jika AS telah memperkenalkan penguncian dua minggu sebelumnya, pada 1 Maret, sebanyak 54.000 jiwa dapat diselamatkan pada 3 Mei.

Hingga saat ini, lebih dari 93.000 orang Amerika meninggal karena virus, jauh melebihi negara lain.

Juru bicara Gedung Putih Judd Deere, mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan temuan-temuan Universitas Columbia, dengan mengatakan:

"Apa yang bisa menyelamatkan hidup adalah jika Cina transparan dan Organisasi Kesehatan Dunia telah memenuhi misinya".

Trump juga mengecam sebelumnya dengan mengatakan, "Itu adalah 'ketidakmampuan Cina dan tidak ada yang lain, yang melakukan pembunuhan massal seluruh dunia ini."

Gedung Putih pada Rabu (20/5/2020) malam juga mengeluarkan serangan berskala luas terhadap kebijakan ekonomi Beijing yang ganas, penumpukan militer, kampanye disinformasi dan pelanggaran hak asasi manusia.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved