Pilpres 2024, Yunarto Wijaya Bakal mendukung Anies Baswedan Atau Prabowo Subianto, Jika?

Pengamat politik Yunarto Wijaya menganalisa empat sosok potensial yang akan berlaga di ajang Pemilihan Presiden 2024.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Yunarto Wijaya (kanan) 

TRIBUNJAMBI.COM - Pengamat politik Yunarto Wijaya menganalisa empat sosok potensial yang akan berlaga di ajang Pemilihan Presiden 2024. Keempat sosok itu memiliki keunggulan sekaligus catatan masing-masing.

Hal itu diungkapkan Yunarto Wijaya saat menjadi narasumber di kanal YouTube Robert Harianto dilansir TribunJakarta pada Kamis (28/5/2020).

Yunarto Wijaya menjelaskan, Pilpres 2024 kemungkinan merupakan momen yang berbeda.

"2024 itu momen terbesar regenerasi. Dulu-dulu bisa ketebak yang maju sebagai Presiden Indonesia itu berdarah biru, punya partai, cucunya pendiri NU dan sebagainya."

Pilkada Serentak Tetap Desember 2020, Pemerintah dan DPR Disebut Tak Kasihan Pada Rakyat

Pemkab Tanjabbar Sudah Siapkan Lima Peti Jenazah untuk Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal

Nekat Gelar Halal Bihalal saat Pandemi Covid 19 IPDN Jatinangor Tuai Kecaman, IPW Minta Copot Rektor

"Nama-nama itu kerap kali muncul (di Pilpres) tetapi apa yang terjadi dengan Jokowi, dia mendobrak nama itu semua," ujar Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya menilai, Jokowi berhasil memenangkan Pilpres 2014 meski ia tak memiliki latar belakang darah biru dan memiliki partai. 

 "Kalau 2024 itu berbeda karena sosok yang masih nafsu ingin maju jadi Capres itu secara biologis sudah tua, jadi seharusnya tak perlu memaksakan diri. Terlebih secara psikologis, jika memaksakan orang tua yang maju maka tak akan menang."

"Ini momen ketika orang-orang yang bertarung secara teknokratis punya peluang. Misalnya Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Sandiaga Uno," aku Yunarto Wijaya.

 Berkaca di Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019 lalu, Yunarto Wijaya lantas menuturkan biasanya terdapat sebuah kejutan di akhir-akhir pemilihan tersebut dengan munculnya sosok yang tak terduga.

Tito Karnavian Ingatkan Kepala Daerah Petahana Tidak Boleh Gunakan Bansos Untuk Pilkada

100.000 dalam Sehari, Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di AS Lebihi Korban 3 Perang Amerika

Kampaye Pilkada di Masa Covid-19, Tito Usulkan Supaya Dilakukan Dengan Live Streaming

"Sejarah Indonesia memperlihatkan di tikungan terakhir, biasanya yang mengejutkan itu yang menang. Yang tak pernah lo sangka, seperti masa saat SBY mundur dari menteri, Gus Dur yang tiba-tiba mengalahkan Megawati," ujar Yunarto Wijaya.

Halaman
1234
Editor: rahimin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved