Halal Bihalal

Nekat Gelar Halal Bihalal saat Pandemi Covid 19 IPDN Jatinangor Tuai Kecaman, IPW Minta Copot Rektor

Kampus IPDN di Jatinangor nekat melaksanakan acara halal bihalal yang dihadari ratusan orang, di tengah masa pandemi Covid 19.

Editor: rida
IST
Kampus IPDN menggelar halal bihalal Idul Fitri 1441 H di Kampus Jatinangor, dihadiri rektor dan undangan lainnya 

TRIBUNJAMBI.COM, SEMANGGI -- Kampus IPDN di Jatinangor nekat melaksanakan acara halal bihalal yang dihadari ratusan orang, di tengah masa pandemi Covid 19.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyayangkan acara halal bihalal tersebut, karena menimbulkan kerumunan saat pandemi corona.

Acara itu juga dihadiri sejumlah pejabat Kemendagri yang bertugas di IPDN.

"Sementara jajaran kepolisian membiarkan dan tidak membubarkan acara tersebut, yang jelas-jelas menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan di masa Pandemi Covid 19 ini," kata Neta, kepada Wartakotalive.com, Selasa (26/5/2020).

Twitter Berikan Label Cek Fakta di Dua Cuitan Donald Trump, Bikin Geram Presiden AS, Begini Katanya

Indonesia Bangga dengan Ajeng Trisna Dwi Wijayanti, Jadi Pilot Pesawat Tempur Perempuan Pertama

Kondisi Cinta Laura dan Keluarga yang Tinggal di Bali Selama Corona, Sempat Foto-foto

Karenanya kata Neta, IPW berharap Mendagri Tito Karnavian menindak tegas para pejabat IPDN yang mengizinkan acara pengumpulan massa ini.

"Dari data dan foto yang diterima IPW, halal bihalal itu dilakukan bersamaan dengan Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H pada 24 Mei 2020 siang hari, di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Jabar. Acara yang melanggar PSBB ini sangat disesalkan," ujar Neta.

"Bagaimana mungkin, para calon birokrat itu bisa seenaknya melanggar ketentuan pemerintah dan melanggar PSBB," kata Neta.

Atas hal ini menurut Neta, IPW sudah melaporkan pelanggaran berat PSBB atas kegiatan itu, ke Mendagri, yang membawahi IPDN.

"Diharapkan ada tidakan tegas dari Mendagri terhadap kasus ini," kata Neta.

Drama Hospital Playlist Akan Berakhir, Jo Jung Suk Janjikan Kerja Keras untuk Season 2

Update Terbaru Virus Corona Covid-19 di Seluruh Dunia, Amerika Segini, Indonesia Ada di Posisi Ini

Heboh, Istri Anggota TNI Diduga Dibunuh Suami Dibantu Pelakor, Saat Ditemukan Tinggal Tulang

Menurut Neta, sangat aneh di tengah kerja keras pemerintah memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid 19.

Kampus IPDN justru membuat acara perayaan Hari Raya Idul Fitri di kampusnya yang dihadiri ratusan Praja dan para undangan di Balirung Rudini.

"Tentunya hal ini sangat tidak sesuai dengan Kebijakan Pemerintah yang justru tengah giat giatnya memberlakukan PSBB dalam rangka menekan penularan Covid 19," katanya.

Anehya lagi, tambah Neta, acara ini dilaksanakan atas perintah Rektor IPDN, dengan alasan untuk menghibur praja yang selama ini melakukan karantina di kampus.

"IPW berharap Mendagri segera mencopot Rektor IPDN. Sebab apa pun alasannya, aksi pengumpulan massa di kampus IPDN ini, selain ketentuan pemerintah pusat juga melanggar Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 36 tahun 2020 tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar dalam penanggulangan coronavirus disease 2019 (covid-19) di wilayah provinsi jawa barat," paparnya.

Kampaye Pilkada di Masa Covid-19, Tito Usulkan Supaya Dilakukan Dengan Live Streaming

Yang sangat disayangkan lagi, kata Neta, IPDN adalah kawah candra dimuka untuk melahirkan para calon pejabat pemerintahan di negeri ini, tapi mengapa mereka bisa seenaknya melanggar ketentuan pemerintah.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved