Penyaluran BLT Langgar Protokol Kesehatan, Tak Jaga Jarak dan Banyak Tak Pakai Masker

Anggota DPRD Muarojambi Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Muhammad Ridho, menyayangkan pengambilan

Tribunjambi.com/Samsul Bahri
Penyaluran BLT di kantor Pos Pijoan, Muarojambi tak perhatikan penggunaan masker dan social distancing. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Anggota DPRD Muarojambi Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Muhammad Ridho, menyayangkan pengambilan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga terdampak Covid-19 di Kantor Pos Cabang Pijoan tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

Ridho mengatakan pemberitan BLT Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) dari pemerintah pusat yang menyalurkan bantuan bukan untuk masyarakat Muarojambi. Melainkan untuk masyarakat Kabupaten Batanghari pada Kamis (21/5).

"Dibagikan di sini Muarojambi karena letak desanya dekat dengan kantor Pos ini," sebut Ridho, Jumat (22/5).
Ia sangat menyayangkan pelayanan yang diberikan pihak Kantor Pos Pijoan yang tidak sejalan dengan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu warga yang datang banyak juga tidak menggunakan masker.

"Pelayanan agak kurang baik, seharusnya bagi warga yang datang juga harus disediakan tempat yang teratur titik kumpulnya. Jadi saya sangat menyayangkan karena kondisi seperti ini orang berkumpul dalam jumlah banyak," sebut Rhido.

"Hari ini (Red-Jumat) infonya untuk masyarakat Muarojambi mulai dicairkan, saya berharap pelayanan oleh pihak kantor pos, khususnya Pijoan ini, lebih ditingkatkan."

“Kemudian warga harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan, ini kan gunanya untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona ini," tutupnya.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved