Virus Corona

Kisah-Kisah dan Berita Covid-19 Jadi Inspirasi Seniman Ini untuk Ciptakan Karya Seni Lukisan

Pandemi Covid-19 membuat semua aspek terdampak, dan dialami banyak orang selama pandemi corona ini.

Marc Quinn
Tiga 'lukisan viral' dari Marc Quinn menampilkan kisah berita. Kisah-Kisah dan Berita Covid-19 Jadi Inspirasi Seniman Ini untuk Ciptakan Karya Seni Lukisan 

TRIBUNJAMBI.COM - Pandemi Covid-19 membuat semua aspek terdampak, dan dialami banyak orang selama pandemi corona ini.

Seperti dialami seniman Marc Quinn yang juga merasakan tekanan emosional.

Seniman ini terinspirasi untuk menciptakan karya seni, berupa buku harian visual pribadi dari kesehatan global darurat yang sedang terjadi.

Lukisan viralnya merupakan hasil dari tangkapan layar dari berita lalu di cetak di kanvas besar di mana Quinn kemudian menuangkan dan menyemprotnya dengan cat minyak.

Sebuah lukisan viral yang menampilkan kisah tentang responden pertama dari New York Times.
Sebuah lukisan viral yang menampilkan kisah tentang responden pertama dari New York Times. (Studio Marc Quinn)

Lukisan-lukisan yang di posting di halaman Instagramnya, mengeksplorasi paradoks hidup pada waktu yang nyata.

Lukisan itu bergambar abstrak memperlihatkan musuh tak terlihat yang mengubah hidup masyarakat. 

"Satu-satunya cara yang bisa saya lakukan dalam mengatasi kenyataan adalah mengubahnya menjadi seni," katanya, dilansir dari laman Guardian (20/05/2020).

“Begitulah cara saya memahami dunia dan mencernanya. Di masa lalu, orang telah membuat lukisan untuk memperingati momen bersejarah. Sekarang, kita memiliki momen bersejarah yang terjadi setiap 12 jam, setiap satu jam. Jadi, bagaimana reaksi Anda sebagai seorang seniman? Bagaimana Anda membuat lukisan tentang peristiwa paling bersejarah yang mungkin pernah kita jalani?" papar Quinn. 

Lukisan viral yang menampilkan kisah tentang responden pertama dari New York Times
Lukisan viral yang menampilkan kisah tentang responden pertama dari New York Times (Studio Marc Quinn)

Perasaannya tentang peristiwa ini berubah-berubah sepanjang waktu. Quinn menambahkan:

“Kekaguman, frustrasi, kemarahan...Ini adalah mesin cuci emosional. Dalam satu hari Anda melewati semua emosi. Ini adalah waktu yang tepat untuk membuat seni, tapi juga waktu yang menantang untuk menjadi manusia".

Halaman
12
Editor: budi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved