Begini Kronologi Bentrokan Pemuda Pancasila dan Pendekar PSHT hingga Bangunan Hancur Motor Dibakar
Bentrokan antara organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) dengan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
Dalam peristiwa tersebut, menurut Yusri Yunus, anggota ormas PP sempat melontarkan kalimat menantang kepada ormas PSHT.
Kejadian sempat berakhir pukul 03.00 WIB, ketika Totok dengan ormas PP sepakat untuk berdamai dengan menandatangani surat perdamaian dan dokumentasi.
• Sakit Hati Sudah Dilayani Tapi Tak Bayar Hubungan Sesama Jenis, Pria Ini Habisi Nyawa Korban
Para pendekar PSHT datangi lokasi
Usai kejadian tersebut, tepatnya pukul 15.00 WIB, anggota ormas PSHT kemudian mendatangi warung kopi Totok dengan maksud menerima tantangan ormas PP.
Sempat terjadi konsentrasi massa dari ormas PSHT di lokasi.
Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Pol Wijonarko mengatakan, Polsek Bekasi Kota berhasil datang ke lokasi untuk menindaklanjuti aksi tersebut.
"Sebagian mereka kita bawa ke Polsek untuk mediasi dan terjadi kesepakatan kembali antara kedua belah pihak, dalam hal ini unsur pimpinan ormas Pancasila dan PSHT," tuturnya.
Namun pada pukul 18.00 WIB, terjadi aksi lempar antara ormas PP dengan ormas PSHT di Jalan I Gusti Ngurahrai.
Meski tidak memakan korban jiwa namun atas aksi tersebut, empat buah unit kendaraan roda dua dilaporkan terbakar.
Pantauan Wartakotalive.com di lokasi pada Kamis malam atau usai bentrokan, masih terlihat sekumpulan ormas yang masih berkumpul di sekitar lokasi bentrok.
Mobil water canon juga nampak terparkir di lokasi bentrok Jalan I Gusti Ngurah Rai tersebut.
Aparat kepolisian baik menggunakan mobil maupun sepeda motor masih berkeliling menyisir lokasi bentrok.
Kejadian dua ormas bentrok di Bekasi, yakni Pemuda Pancasila (PP) dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), terjadi di Jalan I Gusti Ngrah Rai, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis (21/5/2020) malam. Sejumlah motor dibakar dan bangunan rusak. (Warta Kota/Muhammad Azzam)
PP minta maaf
Tak lama usai pemberitaan bentrokan itu ramai, muncul video permintaan maaf dari pihak Pemuda Pancasila.
Dalam video tersebut, pihak Pemuda Pancasila yang diwakili Sendi Rahmat Wijaya, selaku Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Majelis Pimpinan Wilayah Kota Bekasi, menyampaikan permohonan maaf pihaknya kepada keluarga besar PSHT.