Begini Kronologi Bentrokan Pemuda Pancasila dan Pendekar PSHT hingga Bangunan Hancur Motor Dibakar
Bentrokan antara organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) dengan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
TRIBUNJAMBI.COM - Bentrokan antara organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) dengan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada Kamis (21/5/2020) pukul 17.00 WIB sempat membuat situasi di lokasi mencekam.
Sebelumnya, ratusan pendekar dari PSHT mendatangi lokasi kejadian, tempat di mana salah satu anggota mereka bernama Totok, dikeroyok oleh beberapa anggota Pemuda Pancasila
Para pendekar juga tidak terima dengan adanya salah satu ucapan oknum Pemuda Pancasila di sana yang dianggap memberikan tantangan kepada PSHT.
Peristiwa bentokan tersebut terjadi di Jalan I Gusti Ngurahrai, Kranji, Bekasi Barat.
• Download MP3 30 Takbiran Online Terpopuler 2020 dari Ustad Jefri Al Buchori s/d Lidya Nora
• Foto Detik-detik Bentrokan Pemuda Pancasila dan Pendekar PSHT, Bangunan Hancur hingga Bakar Motor
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, bentrokan tersebut diawali ketika ormas PP yang sedang memesan minuman di warung kopi di Bintara, Bekasi menolak untuk membayar ketika ditagih oleh Totok, sang pemilik warung kopi, pada Kamis dini hari.
"Setiap malam anggota Pemuda Pancasila yang selalu di pos selalu pesan enam gelas tapi tidak mau membayar," kata Yusri, Kamis (21/5/2020).
Dalam kondisi kesulitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, Totok memberanikan diri menagih bayaran kepada oknum ormas PP tersebut.
Namun, upaya menagih itu berbuntut cek-cok mulut.
Salah satu anggota ormas PP, Iwan, menurut polisi, kemudian melayangkan tendangan kepada Totok.
Totok yang punya ilmu beladiri, melakukan perlawanan. Dia membanting tubuh Iwan yang mengakibatkan luka di bagian kepala.
Tak terima atas kejadian tersebut, tiga anggota ormas PP langsung mengeroyok Totok di tempat.
Peristiwa pengeroyokan terhadap Totok itu terekam dalam video yang beredar luas di sosial media maupun Youtube.
Totok yang sendirian, dikepung beberapa anggota ormas PP. Sementara, beberapa orang di warung melihat peristiwa itu.
Totok, dalam video itu, sempat meminta maaf ketika wajahnya sudah lebam dan berdarah akibat dipukuli.
Namun, seorang oknum masih memukul Totok dan marah karena Totok menyebut dia adalah anggota salah satu organisasi (PSHT).