Bingung Tak Bisa Angkut Penumpang, Sopir Bus di Bungo Lakukan Hal Ini di Tengah Pandemi Corona

Selama masa pandemi corona dan larangan mudik, jumlah bus yang melintas di Kabupaten Bungo turun drastis.

Tribunjambi/Darwin
Sopir bus di Bungo kebingungan setelah muncul larangan mudik akibat pandemi corona. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Selama masa pandemi corona dan larangan mudik, jumlah bus yang melintas di Kabupaten Bungo turun drastis. Banyak supir bus yang putar otak dengan mengangkut sembako demi cukupi kebutuhan keluarga.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak sangat besar terhadap aktivitas terminal Tipe A Muara Bungo, BPTD Wilayah V Provinsi Jambi, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementrian Perhubungan. Bahkan berdampak juga pada pemilik bus dan supir.

Julianto, Koordinator Satuan Pelayanan terminal Tipe A Muara Bungo mengatakan sejak dilarangnya mudik ditengah pandemi Covid-19 tidak ada keberangkatan bus untuk katregori pemudik.

Kemenag Sarolangun Imbau Warga di Zona Merah Salat Id di Rumah, Ini 3 Poin Imbauan Pemkab Sarolangun

Jumat Batal Cuti Bersama, Sekda: ASN Tanjab Barat Tetap Masuk Kerja

Pemkot Jambi Izinkan Takbiran di Masjid, Asal Penuhi Syarat Ini

Sementara yang berangkat hanya untuk keperluan kerja atau tugas kantor ke dan dalam kota Muara Bungo.

Meski untuk keperluan kerja, Julianto mengatakan mereka wajib menunjukkan surat perjalanan dinas dan keperluannya. Poin dalam pemeriksaan yang dilakukan berupa surat keterangan perjalanan, surat dari kelurahan, surat kesehatan, surat tugas dari instansi terkait.

"Rata-rata karyawan yang tugas dan atau pindah tugas dan pulang karena PHK," ujarnya.

Beberapa hari menjelang Idul Fitri, hingga saat ini jumlah bus yang berangkat hanya sekitar tujuh bus setiap harinya.

Bila dibandingkan tahun sebelumnya di waktu yang sama menjelang Idul Fitri mencapai 80 bus yang berlalu-lalang di terminal tersebut.

"Tujuan bus tersebut dari Padang dan Jakarta menuju Jambi dan Medan," katanya.

Selain itu juga berkaitan dengan jumlah penumpang dalam bus yang semula menampung 45 orang, namun saat ini dibatasi 30 orang. Berkurangnya jumlah penumpang tersebut lantaran bangku penumpang diberi jarak.

Sementara itu Rudi, salah satu sopir bus kepada Tribunjambi.com menceritakan dirinya terpaksa putar otak agar mobilnya tetap beroperasi dan bisa memenuhi khidupan keluarga.

"Mau tidak mau lah bus kita buat angkut barang, kalau nggak gitu anak bini mau makan apa," ujar sopir tujuan Jambi-Padang tersebut.

Bahan pokok yang diangkutnya tersebut berupa sayuran dan buah-buahan dari Padang tersebut sudah berlangsung sejak dilarangnya mudik dan mewabahnya Covid-19.

Dia berharap agar pandemi Covid-19 dapat segera berakhir dan kehidupan dapat normal kembali. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved