Salat Idul Fitri di Jambi

Kemenag Sarolangun Imbau Warga di Zona Merah Salat Id di Rumah, Ini 3 Poin Imbauan Pemkab Sarolangun

Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengeluarkan imbauan terkait pelaksanaan salat Idul Fitri ditengah pandemi Covid-19.

Tribun Jambi/Samsul Bahri
Salat Idul Fitri di Balai Kota Jambi beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengeluarkan imbauan terkait pelaksanaan salat Idul Fitri ditengah pandemi Covid-19.

Himbauan itu berdasarkan kesepakatan Bupati, Kementrian Agama Sarolangun, dan Majelis Ulama Indonesia Sarolangun tentang pelaksanaan takbiran dan salat Idul Fitri 1441 H/2020 M.

Dalam surat tersebut menyampaikan beberapa poin yaitu:

1. Takbir dan salat Idul Fitri bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan angka penularan wabah Covid-19 cukup meningkat, sebaiknya dilaksanakan secara berjamaah bersama anggota keluarga inti maupun sendirian di rumah masing-masing.

2. Tidak melaksanakan halal bihalal atau open house silaturahmi bisa dilakukan melalui media sosial atau video call/ video conference.

Pemkot Jambi Izinkan Takbiran di Masjid, Asal Penuhi Syarat Ini

Tembus 5 Juta Kasus, Begini Perkembangan Positif Virus Corona Covid-19 di Dunia, Posisi Indonesia

VIDEO Pemkot Bekasi Izinkan Masjid di 38 Kelurahan Adakan Salat Id, Pakar: Siap-siap Klaster Baru

3. Panduan salat Idul Fitri dapat merujuk pada tuntunan bersama dimasa Covid-19 yang dierdarkan oleh Kementrian Agama Provinsi Jambi.

"Surat itu dihimbau bagi masyarakat yang berada, katakanlah zona merah sebaiknya dilaksanakan di rumah. Mau dipatuhi alhamdulilah, kalau dak yo kami dak makso," kata Syatar, Kepala Kementrian Agama Sarolangun, Kamis (21/5).

Lanjutnya, dalam pelaksanaan salat Idul Fitri bisa dilakukan pada daerah yang jauh dari wabah corona, seperti di pedesaan. Akan tetapi mereka juga harus mengikuti protokol kesehatan. Pihak pengurus masjid harus menyediakan tempat pencuci tangan dan lain sebagainya.

"Dengan mencuci tangan, pakai masker, bawa sajadah, dan atur jarak," katanya.

Situasi yang belum dapat dipastikan ini, pihaknya juga belum mengetahui ada atau tidak daerah yang melaksanakan di masjid atau pun lapangan.

"Intinya diimau bagi masyarakat yang wilayahnya zona merah sebaiknya di rumah saja," katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved