Pembunuhan Koreografer
Penyamaran Polisi Berhasil hingga Tiga Pembunuh Koreografer Jember Ditangkap, Eksekusi Sadis
Muhadir dan Anggi juga memukul kepala Gery memakai tabung elpiji ukuran 3 Kg. Sedangkan Dwi bertugas memegangi tubuh Gery.
TRIBUNJAMBI.COM, JEMBER - Penangkapan tiga pembunuh koreografer Jember, Yohanes Satriyo Leonardo Garry (35), harus disertai dengan penyamaran polisi.
Berkat penyamaran polisi, tiga tersangka yang bernama Muhadir Muhamad (27), Anggi Cahyo (21) dan Dwi Cahyo (19), semuanya warga Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, bisa dibekuk.
Muhadir merupakan teman Gery, sementara Anggi Cahyo dan Dwi Cahyo merupakan kakak beradik, tetangga dan rekan Muhadir.
• Murkanya KSAD Andika Perkasa, Ada Istri TNI Buat Status di FB Inginkan Rezim Jokowi Tumbang
• Presiden Xi Jinping Sebut Vaksin Covid-19 untuk Internasional, Kenapa China Berang Soal Penyelidikan
• Jokowi Ungkap Duka Cita atas Meninggalnya Ari Puspita Sari, Perawat Hamil yang Tangani Covid-19
Muhadir dan Anggi yang merencanakan perampokan tersebut yang kemudian mengajak serta DC.
Berikut kronologi pembunuhan koreografer di Jember, dari kejadian hingga penangkapan pelaku:
1. Gelagat tak mencurigakan

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono menuturkan, awalnya Muhadir dan Anggi Cahyo merencanakan menguasai harta korban dengan merampok itu.
Mereka sudah membawa pisau dari rumahnya.
Mereka mendatangi rumah Gery pada Rabu (13/5/2020) lebih dari pukul 23.00 Wib.
Ketiganya bisa masuk ke rumah Gery, karena pagar tidak terkunci, dan sudah saling mengenal.
2. Eksekusi kejam, kepala dipukul elpiji 3 kg

Penganiayaan dimulai oleh dua orang pelaku menusuk Gery memakai pisau.
Bagian tubuh yang ditusuk di bagian punggung.
Muhadir dan Anggi juga memukul kepala Gery memakai tabung elpiji ukuran 3 Kg.
Sedangkan Dwi bertugas memegangi tubuh Gery.