Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Indonesia Terserah

Ramai Tagar Indonesia Terserah, Benarkah Perawat Indonesia Sudah Menyerah?

Ramai di media sosial baru-baru ini, unggahan foto tenaga medis dengan tulisan "Indonesia Terserah".

Editor: rida
ist
Buntut Kerumunan Orang di McDonalds Sarinah dan Bandara Soeta, Tenaga Medis : Indonesia? Terserah!. Foto: Tenaga medis menunjukkan tulisan : Indonesia??? Terserah!!! Suka-suka kalian aja. 

TRIBUNJAMBI.COM - Ramai di media sosial baru-baru ini, unggahan foto tenaga medis dengan tulisan "Indonesia Terserah" 

Tagar #indonesia terserah menjadi trending seperti di media sosial Twitter, sejak Jumat (15/5/2020) hingga Sabtu (16/5/2020).

Influencer dr Tirta Mandira Hudhi juga membuat postingan terkait hal serupa selain unggahan di atas.

Guru Besar Psikologi Sosial UGM Prof Faturochman menjelaskan tulisan "Indonesia Terserah" yang ramai di media sosial tersebut, meskipun bernada menyerah, sebenarnya para tenaga medis tidak menyerah.

"Itu protes, jadi bukan menyerah," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (16/5/2020).

Faturochman mengatakan para tenaga medis tidak mungkin menyerah, karena mereka imbuhnya sudah disumpah.

Kasus Siswi SMP Gresik Hamil 7 Bulan, Pelaku Minta Korban Gugurkan Kandungan dan BerI Uang 1 Miliar

Benarkah Kucing Bisa Tertular Virus Corona Covid-19? Begini Penjelasannya, Bisa Tanpa Gejala?

Saat ini, yang terjadi yakni kekhawatiran di dunia medis.

Pasalnya dengan adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) artinya peluang penyebaran virus corona dapat meningkat lagi.

Pelonggaran itu kentara terlihat pada sektor transportasi, yakni dengan kemudahan sejumlah akses transportasi, mulai dari darat dengan operasional bus AKAP, kereta api hingga pesawat terbang.

Beban Semakin Berat

Kekhawatiran tersebut jelas terlihat, seperti saat berjubelnya penumpang di terminal 2 bandara Soekarno-Hatta baru-baru ini.

"Dengan PSBB yang tidak seketat lockdown pun kasus masih ada terus. Apalagi jika dilonggarkan. Beban tenaga medis akan makin berat," terangnya.

Selain itu, Faturochman menjelaskan di awal pandemi yang terjadi yakni para tenaga medis kekurangan APD, pengetahuan tentang Covid-19, obat-obatan, dan sebagainya.

Sehingga dari awal mereka ingin masyarakat di rumah saja.

Saran WHO Agar 3 Hal Ini Perlu Diperhatikan Sebelum Pemerintah Melongggarkan Karantina Wilayah

Tetapi apa yang terjadi saat ini, melihat kondisi sekarang, sepertinya mereka kecewa.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved