Virus Corona di Jambi

Pengadaan Peralatan Covid-19 Miliaran Rupiah Diperiksa Kejaksaan, Inspektorat dan Polres Sarolangun

Pada Dinas Kesehatan Sarolangun, pengadaan barang atau peralatan Covid-19 sudah membelanjakan anggaran miliaran rupiah.

Tribunjambi/wahyu
Pengadaan peralatan Covid-19 diperiksan oleh pihak kejaksaan, inspektorat dan Polres Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pengadaan peralatan Covid-19 diperiksan oleh pihak kejaksaan, inspektorat dan Polres Sarolangun, Senin (18/5/2020).

Hal ini guna memaksimalkan anggaran yang ada untuk pencegahan dan mengatasi masalah Covid-19.

Pada Dinas Kesehatan Sarolangun, pengadaan barang atau peralatan Covid-19 sudah membelanjakan anggaran miliaran rupiah.

Pemeriksaan Saksi dan Sidang Secara Online, Kejati Jambi Minta Masyarakat Awasi Kinerja Kejaksaan

Gaji ke-19 Tak Bisa Cair Juli Mendatang, Ini Penjelasan Kementrian Keuangan Beserta Besarannya!

Dua Tempat Wisata di Kota Jambi Tutup Selama Libur Lebaran

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Harta menyatakan dari total Rp 2,1 miliar, pihaknya sudah belanjakan Rp 1,7 miliar lebih.

Angka itu direalisasikan berupa barang seperti masker 1.500 boks, masker skuba untuk masyarakat 20 ribu pcs. Selanjutnya alat pelindung diri (APD) ada 400 set dan disinfektan 500 liter, serta handsanitizer 400 botol.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim kejaksaan, pihaknya siap mendistribusikan ke masyarakat, puskesmas dan posko Covid-19

"Setelah pemeriksaan akan diatur sesuai permintaan puskesmas dan posko, juga masyarakat," ujarnya.

Untuk selanjutnya, sisa dari anggaran untuk pembelian peralatan Covid-19 itu akan digunakan sebaik mungkin. Terutama untuk kegiatan yang berkaitan dengan Covid-19.

"Kita minta petunjuk pak bupati dulu, kita kembalikan dulu ke kas daerah dan yang belum kita beli perlengkapkan jenazah Covid-19," katanya.

Semenyata itu, Kasi Datun Kejari Sarolangun, Dasril mengatakan bahwa memang berdasarkan perintah dari pusat, pihaknya selaku jaksa pengacara negara ditugaskan untuk mendampingi kegiatan menyangkut pengadaan Covid-19.

Katanya, pendampingan ini pihak dinas sudah berkoordinasi. Hal menyangkut prosedur khusus karena ini adalah penanganan bersifat darurat.

"Prosedur yang tidak biasanya, karena ini darurat," ujarnya.

Katanya, memang belum ada temuan dari pendampingan pengadaan barang tersebut, hanya saja ia mengimbau agar pihak dinas melakukan audit.

"Lita meminta dinas melakukan audit lagi apakah memang harga itu merupakan harga ril, karena harga sewaktu waktu bisa berubah," jelasnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved