1 Pasien Corona Jambi Sembuh

Pemkot Jambi Terima Bantuan 2.000 Liter Konsentrat dari Pemerintah Singapura

Tribunjambi/Miftahul Jannah
Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melakukan Hand Over Virtual Ceremony (serah terima secara online). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melakukan Hand Over Virtual Ceremony (serah terima secara online).

Bantuan antara Pemerintah Singapura kepada Pemkot Jambi untuk penanganan virus corona di Kota Jambi.

Bantuan secara online tersebut berlangsung di Aula Griya Mayang Rumah Dinas Walikota Jambi, Senin (18/5/2020).

Pengadaan Peralatan Covid-19 Miliaran Rupiah Diperiksa Kejaksaan, Inspektorat dan Polres Sarolangun

Jasa Raharja Telah Salurkan Santunan Lebih dari Rp 10 Miliar hingga April 2020

Pemeriksaan Saksi dan Sidang Secara Online, Kejati Jambi Minta Masyarakat Awasi Kinerja Kejaksaan

Penerimaan bantuan secara daring/online di lakukan Pemkot Jambi yakni dari Temasek Foundation Singapura yang merupakan holding BUMN Singapore dan difasilitasi oleh Duta Besar Indonesia di Singapura.

Dalam proses bantuan tersebut, Pemkot Jambi juga dibantu oleh gugus tugas Kuskamlah yang berada di wilayah Kepulauan Riau. Adapun bantuan yang diberikan oleh Temasek Foundation Singapura adalah konsentrat sebanyak 2.000 liter.

Walikota Jambi Sy Fasha mengatakan bahwa konsentrat ini merupakan induknya daripada hand sanitizer.

"2.000 liter konsentrat ini akan dicampur dengan air bersih yang menjadi 200.000 liter yang akan dibagikan kepada seluruh warga Kota Jambi sebanyak 500 ml," kata Fasha.

Selain itu Pemkot juga mendapatkan bantuan Extraction kits yaitu salah satu alat atau region untuk tes PCR.

Dimana Pemkot Jambi merencanakan untuk test PCR, uji swab yang tidak lagi dikirim ke Jakarta, Palembang dan ke Kota lain namun, Pemkot akan melakukan sendiri dalam test tersebut serta region yang berjumlah untuk 10.000 kali tes dan akan dikombinasikan.

Fasha mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan kombinasi yang bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jambi.

"Tapi kalau memang tidak bisa dan kemarin kami melakukan rapat, maka kami akan membuka sendiri laboratorium dengan menggunakan alat yang ada nantinya," ujarnya.

Bantuan yang diberikan Pemerintah Singapura akan dikirim hari ini dan pada (19/5/2020), akan dilakukan penjemputan ke Batam melalui pelabuhan kemudian dibawa ke Kota Jambi.

"Sebelum hari raya harus dibagikan kepada seluruh warga secara gratis dan membantu warga pada saat Idul Fitri yang nanti yang mungkin di acara keluarga mereka untuk bertemu dan lain sebagainya bisa menggunakan hand Sanitizer ini," tuturnya.

Fasha juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Singapura yang selalu membantu pemerintah Kota Jambi.

"Terima kasih atas bantuan ini dan untuk Konsulat Jenderal Singapura dan di Medan, Bapak Richard Kurs yang telah memfasilitasi Pemkot dan semoga yang dilakukan ini bermanfaat bagi kami," katanya.

"Kami bangga kepada Pemerintah Singapura yang merupakan mitra kami yang selalu membantu Pemkot Jambi," sambungnya.

Bantuan yang diberikan Pemerintah Singapura tidak hanya Pemkot Jambi saja yang mendapatkan bantuan, namun Pemerintah Singapura juga membantu Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

"Memang satu-satunya kota di Indonesia ini yang mendapat bantuan dari Singapura adalah Kota Jambi, karena kita punya hubungan baik dengan Pemerintah Singapura," ungkap Fasha.

Diketahui sebelumnya Pemkot juga diberikan fasilitas untuk pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia bagi pejabat-pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot, yang saat ini sudah hampir 200 orang di kirim ke Singapura melalui program Singapura Converation Program (SCP) yang semua pembiayaan dibiayai oleh pemerintah Singapura.

Terkait dengan kesepakatan, Fasha mengatakan pihaknya berbagi tugas untuk menyiapkan Region dan Kits, karena itu merupakan hasil kesepakatan.

Gaji ke-19 Tak Bisa Cair Juli Mendatang, Ini Penjelasan Kementrian Keuangan Beserta Besarannya!

Sinopsis Film Hitman: Agent 47 Tayang 18 Mei 2020 Pukul 22.00 WIB di Big Movies GTV

Fasha juga tidak mengetahui bagaimana hasil antara IDI dengan pemerintah provinsi.

"Dengan kami sudah clear, karena ini terkait dengan fasilitas labor dan honor-honor pelaksanaannya dan yang kami lakukan hingga kami berikan region dengan jumlah yang cukup besar dan dibantu oleh Pemerintah Singapura," katanya.

"Kita tidak bisa lagi tergantung dengan Labkes yang kementerian kesehatan, karena itu terlalu lama yang butuh waktu hampir 1 minggu untuk hasilnya dan kita harus berusaha mandiri," pungkasnya. (Miftahul Jannah)