Berita Bungo

Dampak Bentrok Dua Dusun di Bungo, Kerugian Capai Rp 407 Juta

Wakil Ketua Lembaga Adat Bungo, Tobroni Yusuf menyampaikan, pihaknya bersama perwakilan lembaga adat dusun, tokoh masyarakat, Kepolisian, TNI telah...

Dampak Bentrok Dua Dusun di Bungo, Kerugian Capai Rp 407 Juta
Tribunjambi.com/Darwin Sijabat
Bentrok warga di wilayah Kabupaten Bungo Kamis (14/5/2020) dini hari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Sebanyak 50 persen kerugian yang diakibatkan bentrok antar dua pemuda ditanggung kedua dusun. Sementara 50 persen kerugian lainnya ditanggung Bupati Bungo.

Wakil Ketua Lembaga Adat Bungo, Tobroni Yusuf menyampaikan, pihaknya bersama perwakilan lembaga adat dusun, tokoh masyarakat, kepolisian, TNI telah mengambil keputusan atas bentrok pemuda dua dusun tersebut.

Hasil penghitungan masing-masing dusun bahwa kerugian yang dialami senilai Rp 407 juta. Hal berupa 22 unit motor, dan satu rumah terbakar dan lainnya.

Jelang Idul Fitri, Pemkab Tanjabtim Bakal Operasi Pasar Gula Pasir dan Daging

Tanggal 25 Mei, Karyawan BUMN Usia 45 Tahun ke Bawah Diminta Kembali Bekerja oleh Erick Thohir

Klaim Ridwan Kamil Bisa Turunkan Kasus Baru & Angka Kematian Karena Covid-19, Ini 3 Siasat Darinya

Dikatakannya, hasil sidang adat tersebut diputuskan bahwa kerugian yang disebabkan bentrok tersebut ditanggung kedua dusun.

"Alhamdulilah, kedua belah pihak menerima keputusan yang telah disepakati dengan menaikkan nilai adat," katanya, Minggu (17/5/2020).

Dia berharap agar masyarakat tidak terpengaruh untuk membuat keonaran. Sebab hal itu berdampak bagi diri sendiri dan orang lain.

Persidangan adat tersebut pun sempat berjalan alot sejak dimulainya sekitar pukul 10.00 WIB. Namun pada sore hari, atas keputusan Bupati Bungo, Mashuri membantu 50 persen kerugian tersebut sidang tersebut mulai mereda.

"Bupati memberikan support dalam kesepakatan dalam sidang. Bupati membantu setengah dari kerugian," ujarnya.

Kemudian sekitar Rp 207 juta kerugian lainnya ditanggung dua desa tersebut secara merata.

Kepada masyarakat Kabupaten Bungo dia mengharapkan kejadian tersebut dijadikan sebagai pembelajaran guna memupuk rasa cinta damai, dan tidak mudah terpengaruh.

Sementara itu, Husni Junit, Ketua Lembaga Adat Bungo menyampaikan prosesi sidang adat berjalan dengan lancar dan kedua belah pihak telah menerima keputusan sidang.

Dia mengharapkan agar tetap tabayun terhadap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Sedang apabila terjadi lagi, maka hukum pidana akan dikenakan.

"Apabila terulang lagi maka akan dikenakan sanksi pidana," tegasnya. (Darwin Sijabat)

Penulis: Darwin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved