Berita Tanjab Timur

Jelang Idul Fitri, Pemkab Tanjabtim Bakal Operasi Pasar Gula Pasir dan Daging

Sementara itu Kabid Perdagangan Disperindag Tanjabtim, Aprinaldi menuturkan terkait OP tersebut pihaknya masih akan berkoordinasi lebih lanjut dulu te

tribunjambi/Abdullah Usman
Kabag Ekonomi Pemkab Tanjab Timur, Awaluddin. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sepekan jelang hari raya Idul Fitri 1441 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjabtim akan gelar Operasi Pasar (OP) daging dan gula pasir melalui Rumah Pangan Kita (RPK).

Terkait hal tersebut, beberapa langkah dilakukan oleh Pemkab Tanjabtim, satu di antaranya dengan menggelar OP jelang Idul Fitri.

"Kita akan berkoordinasi bersama disperindag untuk melakukan OP daging, selain antisipasi adanya daging oplosan tadi. Selain itu kita juga akan upayakan untuk melakukan OP gula," ujar Kabag Ekonomi Setda Tanjabtim Awaluddin, Minggu (17/5/2020).

Tanggal 25 Mei, Karyawan BUMN Usia 45 Tahun ke Bawah Diminta Kembali Bekerja oleh Erick Thohir

Klaim Ridwan Kamil Bisa Turunkan Kasus Baru & Angka Kematian Karena Covid-19, Ini 3 Siasat Darinya

UPDATE KASUS Covid-19 di Indonesia (17/5): Pasien Positif Covid-19 Bertambah Jadi 17.514 Orang

Menurutnya, selain permasalahan daging saat ini harga gula pasir di pasaran lebih mengkhawatirkan. Pasalnya bukan karena mengalami kelangkaan melainkan terjadinya peningkatan harga.

Lanjutnya, berdasarkan informasi yang diterimanya bahwa stok gula pasir akan masuk ke Bulog pada tanggal 16 Mei, setelah itu mungkin baru bisa dilakukan penjualan gula Bulog tadi.

"Namun kemungkinan besar penjualan gula, bulog bisa melalui RPK yang ada di setiap kabupaten," jelasnya.

"Di Tanjabtim sendiri saat ini ada 3 RPK, di Keramas 1, Talang Babat 1 dan Kampung laut1. Mudah mudahan jika 3 RPK tadi bisa mendapatkan kuota maksimal terkait permasalahan gula bisa teratasi," tambahnya.

Saat ini harga gula pasir di pasaran beragam mulai dari harga Rp 17-19 ribu per kg. Jikapun nanti RPK tadi mendapat pasokan gula tentunya harus menjual gula tersebut dengan harga sesuai het atau standar Rp 12.500 per kg.

"Kita berharap satu RPK dapat 1 ton, dengan jumlah tersebut otomatis akan mencukupi mudahan bisa lebih. Tapi kita masih akan koordinasi lagi dengan perindag yang bisa berkoordinasi langsung dengan Bulog," tandasnya.

Sementara itu Kabid Perdagangan Disperindag Tanjabtim, Aprinaldi menuturkan terkait OP tersebut pihaknya masih akan berkoordinasi lebih lanjut dulu terutama terkait gula pasir tadi.

Namun untuk antisipasi masuknya daging babi atau oplosan jelang Idul Fitri ini, pihaknya melalui tim satgas pangan akan melakukan sidak di beberapa titik.

"Sejauh ini baik tahun sebelumnya Alhamdulillah tidak ada kasus oplosan daging di Tanjabtim semoga jangan sampai ada," ujarnya.

Saat ini di Tanjabtim sendiri ada toko rumah pangan kita RPK di Tanjabtim bekerja sama dengan bulog, harapannya masyarakat dapat memanfaatkan toko tersebut untuk memenuhi kebutuhan daging saat Idul Fitri ini.

"Harapannya agar bisa menjadi rujukan bagi masyarakat untuk membeli daging," pungkasnya. (Abdullah Usman)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved