Eks Pasar Angso Duo Jambi Terbengkalai, Ketua Dewan Dorong untuk Jadi RTH

Nasib lahan eks Pasar Angso Duo lama milik Pemprov Jambi belum jelas peruntukannya. Sebelumnya direncanakan untuk jadi ruang terbuka hijau.

Tribunjambi/Zulkifli
Lahan bekas Pasar Angso Duo Jambi terbengkalai. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Nasib lahan eks Pasar Angso Duo lama milik Pemprov Jambi belum jelas peruntukanya. Apakah akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) atau justru disewakan ke pihak ke tiga untuk dibangun gedung pusat perdagangan barang dan jasa.

Setelah bangunan Pasar Angso Duo dipindahkan ke bagunan baru di sebelahnya, kini nasib lahan itu terkesan tak terurus dan dibiarkan semak.

Pj Sekda Provinsi Jambi Sudirman, saat rapat bersama DPRD Provinsi Jambi membahas aset-aset Pemprov Jambi yang dikerjasamakan dengan pihak ke tiga juga menyinggung terkait nasib lahan milik Pemprov eks Pasar Angso Duo lama tersebut.

Dikatakan Sudirman, gagasan RTH awalnya disampaikan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus. Bahwa lahan eks Angso Duo lama itu akan diperuntukkan untuk ruang terbuka hijau (RTH). Tetapi sampai beliau tidak menjabat lagi Perda RTRW Provinsi maupun Kota Jambi tidak pernah berubah, masih kawasan ruang terbuka non hijau.

Kabar Baik di Tengah Wabah! Awal Agustus Obat Corona Buatan Indonesia Beredar, Bisa Dibeli di Warung

Kirim Paketan Tengah Malam, Penyelundapan Benih Lobster di Tanjab Timur Digagalkan Polisi

Kecurigaan AS ke Tiongkok, CIA Juga Meyakini China Halangi WHO Umumkan Virus Corona sebagai Wabah

"Ketika kita merencanakan masih aslinya di Angso Duo lama itu adalah tata ruang untuk perdagangan dan jasa," jelas Sudirman.

Tapi kata Dia, melihat perkembangan yang sudah berjalan. Kalaupun nantinya akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga, formulanya yang akan dikedepankan bukanlah BOT, tapi kerjasama pemanfaatan.

"Sudah ada satu infestor yang berkenan masuk, mau berinfestasi di lahan eks Angso Duo lama itu. Namun masih dalam proses penjajakan. Karena kita juga mengenal lelang para pihak yang ingin berinveatasi di Pemerintah Provinsi Jambi dengan menggunakan kerja sama pemanfaatan," ungkapnya.

Selain itu kata Sudirman, dalam perencanaan jika memang nantinya akan dibangun hotel atau mal di sana, maka tetap diminta untuk menyediakan space ruang terbuka hijau. "Tapi ini masih dalam tahapan perencanaan investasi dari pihak ketiga ke Pemprov Jambi, jadi belum ada perkembangan lebih lanjut," sambungnya.

Sementara Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto saat dikonfirmasi menyampaikan, untuk lahan eks Angso Duo yang tak terurus Edi menyebut pihaknya mendorong menuju ruang terbuka hijau (RTH).

Nanti Angso Duo lama bisa dibikin pusat kuliner di tepi sungai seperti yang ada di Jakarta dan Sumatera Selatan di pinggir sungai Musi.

"Maka untuk kita butuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kuat dan orang yang tepat. Ini nanti akan memabantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jambi. Karena selama ini PAD hanya didapat dari pajak kendaraan motor dan mobil dan ini tak bisa dibiarkan saja, karena tak akan meningkat segitu saja akhirnya kita harap dana bantuan pusat, untuk itu perlu kreatifitas menaikkan PAD ini," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved