Kirim Paketan Tengah Malam, Penyelundapan Benih Lobster di Tanjab Timur Digagalkan Polisi

Tim gabungan dari Personil Ditreskrimum Polda Jambi bersama Satreskrim Polres Tanjung Jabung Timur berhasil menggagalkan penyeludupan 6 boks benur.

Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto
Ilustrasi benih lobster 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Tim gabungan dari Personil Ditreskrimum Polda Jambi bersama Satreskrim Polres Tanjung Jabung Timur berhasil menggagalkan penyeludupan 6 boks styrofoam diduga berisi benih lobster pada Jumat (15/5) pukul 22.30 wib.

Informasi yang di himpun Tribunjambi.com, pengamanan tersebut berawal saat personel gabungan berhasil memberhentikan dan memeriksa satu unit mobil Toyota Kijang Inova dengan nomor polisi BH 1035 MO di kawasan Jalan Lintas Jambi - Muaro Sabak, Zone V, Kecamatan Geragai, Tanjung Jabung Timur.

Setelah melakukan pemeriksaan dan mengintrogasi dua pelaku berinisial A (41), warga Nipah Panjang, Tanjung Jabung Timur dan MB (29) warga Mendahara Ilir Tanjung Jabung Timur dan petugas berhasil mendapati 6 bok styrofoam warna putih yang berisi 24 kantong plastik baby lobster disetiap boksnya.

Potret Masjid Raya Magat Sari, Dibangun Sejak 1906, Sempat Direnovasi

Tidak Bisa Mudik Lebaran Tapi Silaturahmi Tetap Jalan

BREAKING NEWS - Bertambah 10 Kasus di Jambi Total 79 Positif Virus Corona, Sabtu 16 Mei 2020

Dari pengakuan pelaku, rencananya seratusan kantong plastik baby lobster tersebut rencananya akan dibawa ke Desa Lambur, Muara Sabak, Tanjung Jabung Timur.

Dari kedua pelaku, petugas juga turut mengamankan barang bukti lainnya berupa satu unit mobil Toyota Kijang Inova dengan nomor polisi BH 1035 MO, dan 3 unit handphone milik pelaku.

Terpisah, Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol M Edi Faryadi mengiyakan penangkapan tersebut, dia mengatakan, saat ini kedua pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres Tanjung Jabung Timur.

"Benar ada penangkapan, dan saat ini, pelaku sudah diamankan di Polres Tanjab Tim, guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Edi pada Sabtu (15/5).

Sementara itu, kedua pelaku dijerat Pasal 88 UU RI No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang perikanan dan/atau Pasal 31 ayat (1) Jo. Pasal 6 Jo Pasal 7 Jo Pasal 9 undang-undang RI No. 16 Tahun 1992 tentang karantina ikan, hewan dan tumbuhan.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved