Berita Sarolangun

Tekan Inflasi, Pemerintah Kabupaten Sarolangun Gelar Operasi Pasar

Antusias warga dengan adanya pasar murah ini memang sangt direspon masyarakat terutama warga miskin dan berpenghasilan rendah.

Tribunjambi/wahyu
Wakil Bupati Sarolangun, Hilalatil Badri saat gelar Operasi Pasar 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Sarolangun lakukan Operasi Pasar.

Operasi pasar yang dilakukan selain menekan inflasi juga menjawab dampak dari virus corona di Sarolangun.

Operasi pasar ini dilakukan dengan menjual satu komoditi bahan pokok yaitu beras yang diperoleh langsung dari petani Sarolangun.

Donald Trump Tetiba Pergi dari Konferensi Pers Usai Berdebat dengan Wartawan: Tanya Saja ke China

VIDEO Anies Baswedan Tetapkan Sanksi Denda Pelanggar PSBB Jakarta, Mulai Rp 250 Ribu - Rp 10 Juta

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI Lengkap Dengan Materi dan Kunci Jawaban, Rabu 13 Mei 2020

"Kita tahu kalau mau lebaran bahan pokok selalu naik, kalok dipasar beras 12 ribu per kg, ini 9 ribu per kg, tujuannya ya bagaiama petani kita bisa berkembang dan masayarakat juga terbantu dengan harga yang murah," kata Wakil Bupati Sarolangun, Hilalatil Badri (12/5/2020)

Stok sebanyak dua ton beras tahap awal ini akan bisa bertambah seiring dengan antusias warga membeli beras tersebut.

Antusias warga dengan adanya pasar murah ini memang sangt direspon masyarakat terutama warga miskin dan berpenghasilan rendah.

Sementara itu, untuk meningkatkan pada sektor pertanian, wabup juga mengakui jika pada program padat karya tunai dari pusat nantinya akan fokus pada pengelolaan pangan.

"Sektor pertanian akan kita upayakan dan sistem pengelolaan supaya beras kita bisa berdaya saing," ujarnya.

Dalam waktu yang tidak lama ini, operasi pasar berupa beras ini akan segera habis karena banyak sekali peminatnya. Menyikapi hak itu pihaknya akan melakukan kembali Operasi Pasar di beberapa titik seluruh Kabupaten Sarolangun.

"Kalau taget harus menjual 50 ton seluruh kabupaten," katanya.

Selain itu juga meningkatkan kualitas hasil pertanian (beras) juga dilakukan agar bisa berdaya saing dengan produk luar tanpa menggunakan bahan pengawet. (Wahyu)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved