Pasien Positif Corona Melahirkan
PDP Merangin Kembali Bertambah Hari Ini, Jumlahnya Jadi 27 Orang
Saat ini, di Kabupaten Merangin terdapat 15 orang Positif Covid-19 sesuai hasil rapid test. 14 orang dirawat di RSUD Kolonel Abunjani Bangko dan...
Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Merangin kembali bertambah. Per hari ini, (12/5/2020), PDP di Merangin mencapai 27 orang.
Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kabupaten Merangin M Arif menyebut jika hari ini pihaknya kembali mendapatkan data 1 orang warga Merangin kembali positif rapid test.
"Yang hari ini merupakan keluarga yang kontak langsung dengan klaster Gowa," kata Arif.
Saat ini, di Kabupaten Merangin terdapat 15 orang Positif Covid-19 sesuai hasil rapid test. 14 orang dirawat di RSUD Kolonel Abunjani Bangko dan satu orang dirawat di RS Hanafie Bungo.
• Detik-detik Polsek Jaluko Ringkus 2 Warga Batanghari Pelaku Jambret Bersenjata Tajam
• Bersama BNI Syariah, ACT Jambi Bagikan Ratusan Takjil
• Heboh Video Syur Diduga Mirip Syahrini, Potongan Video Disandingkan dengan Foto Istri Reino Barack
Sementara yang positif rapid test sebanyak 27 orang, rinciannya 23 orang dirawat dan empat orang dinyatakan sembuh dan sudah bisa pulang kerumah.
Sebelumnya, Bupati Merangin Al Haris menyebut jika sebagian besar pasien di Kabupaten Merangin merupakan klaster Gowa dan Malaysia. Kata Haris, jika dua cluster ini selesai, maka wabah Covid-19 di Kabupaten Merangin sedikit aman.
"Jika cluster induknya sudah selesai dan sudah di treking maka kita akan aman. Makanya kita lakukan treking dengan keluarganya, kerabat dan tengganya kalau semuanya sudah dilokalisir dan tidak ditemukan maka Aman," kata Al Haris yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Merangin.
Dia berharap dengan kerjasama yang baik denga Masyarakat, tidak ada lagi cluster baru atau kelompok baru virus corona di Merangin.
"Beda persoalannya kalau sampai ditemukan kasus baru, misalnya dipasar ada lagi asal dan riwayatnya tidak jelas maka kita akan kesulitan, makanya pintu masuk wilayah terus diperketat untuk menghindari munculnya kasus baru, jangan sampai ada Virus yang non klaster, kalau sempat ditemukan maka kita akan sangat kesulitan," jelas Al Haris.(Muzakkir)