Berita Nasional
Mengaku Malu dengan Perbuatan Adiknya Jadi Alasan Rahman Gorok Leher Ros, Ayah dan Ibunya Ketakutan
Mengaku Malu dengan Perbuatan Adiknya Jadi Alasan Rahman Gorok Leher Ros, Ayah dan Ibunya Ketakutan
TRIBUNJAMBI.COM, BANTAENG - Geger pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Teka-teki satu keluarga yang diinformasikan menganut ajaran ilmu hitam terbantahkan.
Kematian Ros yang digorok oleh ayah kandung ternyata memiliki motif lain bukan ilmu hitam.
Motif pembunuhan terhadap Ros, warga Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan mulai menemui titik terang.
• Gorok Leher Anak Sendiri, 11 Orang yang Masih Satu Keluarga Lakukan Pembunuhan, Diduga Kesurupan
• Terungkap Kasus Pembunuhan SN Warga Pelawan, Sarolangun, Polisi Tangkap Pelaku di Sumatera Selatan
• Polisi Tunggu Hasil Labor dan DNA Orangtua Inah, Korban Pembunuhan yang Ditemukan Tinggal Kerangka
Sebelumnya, beredar informasi, satu keluarga tersebut membunuh Ros karena kesurupan massal dan pengaruh ilmu hitam.
Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri mengungkap motif sementara kasus pembunuhan tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sembilan orang terduga pelaku, Wawan mengatakan pembunuhan dilatarbelakangi oleh harga diri keluarga karena korban dianggap telah membuat malu.
"Korban adalah Ros, 16 tahun, kelas dua SMA. Ini adalah anak kelima. Motif pembunuhannya kasus siri. Kasus harga diri, malu. Bahwa korban ini ada hubungan sama orang lain atas nama Usman alias Sumang."
"Keluarga ini malu karena salah satu keluarganya (korban,-Red) berhubungan dengan Usman sehingga dia melakukan pembunuhan," kata Wawan dalam tayangan live di InewsTV sebagaimana dikutip Tribunnews.com, Minggu (10/5/2020).
Wawan melanjutkan, Usman alias Sumang yang dituduh menjalin hubungan dengan korban merupakan salah satu warga yang ikut disandera oleh keluarga pelaku.
Adapun soal siapa yang berperan melakukan pembunuhan terhadap Ros, Wawan mengatakan eksekusi pembunuhan dilakukan oleh Rahman, anak pertama dan Anto, anak keempat, yang juga kakak dari korban.
Menurut Wawan, Rahman lah yang menjadi penguasa dalam keluarga ini termasuk dalam memutuskan eksekusi terhadap korban.
• Ingat Jono, Eks Bassist Gugun Blues Shelter? Begini Penampakan Kini, Benar Sekarang Jadi Miliarder?
• Walikota Jambi Tinjau Beberapa Lokasi Banjir di Dua Kecamatan, Jika Butuh Bantuan Segera Lapor
• Pasien Positif Corona Provinsi Jambi Hari Ini, Ternyata Pedagang di Pasar Sungai Penuh
"Penguasanya adalah Rahman, anak pertama. Keluarga lain takut sama dia, termasuk ayahnya sendiri. Jadi, dia (Rahman,-Red) yang membuat keputusan untuk mengeksekusi (korban)," ujar dia.
Terkait informasi motif karena kesurupan atau pengaruh ilmu hitam, Wawan mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara ini, pihaknya belum menemukan motif tersebut.
Namun, Wawan menyatakan pemeriksaan masih terus dilakukan dan tidak menutup kemungkinan mengarah ke motif-motif baru termasuk soal kesurupan atau ilmu hitam.