Seperti Tanduk Setan Muncul di Kepala Pria Ini, Ternyata Begini Penjelasan Ilmiah dan Asal Mulanya
Tanduk sebaceous, yang dikenal sebagai Tanduk Setan, tumbuh dari kepala seorang lelaki India tua setelah cedera.
TRIBUNJAMBI.COM - Tanduk sebaceous, yang dikenal sebagai Tanduk Setan, tumbuh dari kepala seorang lelaki India tua setelah cedera.
Shyam Lal Yadav yang berusia 74 tahun dari desa Rahli di distrik Sagar di Madhya Pradesh, India, menderita kondisi langka yang menyebabkan tumbuhnya tanduk di kepalanya.
Diperkiraan bahwa kelainan ini mulai tumbuh setelah dia mengalami cidera kepala beberapa tahun yang lalu.
Para dokter di rumah sakit mengatakan gundukan seperti tanduk itu mulai terbentuk di kulitnya tepat setelah cedera kepala beberapa tahun lalu.
Sejak itu, tanduk terus tumbuh semakin dan semakin besar dari waktu ke waktu.
Menyadur dari India Today dikatakan Shyam Lal Yadav mulai mencungkil tanduknya sendiri dan akhirnya dituntaskan di rumah sakit Tirag Bhagyoday Tir Sagar, India.
Tanduk Setan

Dia juga mengabarkan bahwa tanduk itu berhasil dihilangkan dengan proses operasi setelah dilakukan sinar-X.
Pertama-tama harus ditetapkan seberapa dalam akarnya untuk memastikan bahwa upaya untuk mencabutnya tidak membahayakan hidup Lal Yadav, atau mengancam akan menyebabkan kerusakan permanen.
Dr. Gajbhiye juga mengatakan bahwa studi kasus langka ini akan dipublikasikan dalam International Journal of Surgery.
Sementara media dunia saat ini menyebut kondisi ini sebagai 'Tanduk Setan', ini bukan yang pertama kalinya terjadi.
Enam tahun yang lalu Liang Xiuzhen, 87, dari Provinsi Sichuan China awalnya hanya memperhatikan adanya tahi lalat hitam di kepalanya.
Lalu tahi lalat itu tumbuh terus hingga menjadi tanduk besar.
Itu membuatnya terkenal di desanya sebagai "wanita unicorn".
• Punya Kamera Pop-up Unik, Ponsel Lenovo Keluarkan Ponsel Gaming Lenovo Legion
• Isi Perut Candi Borobudur saat Dibongkar Tak Ada yang Menduga, Terkurung setelah Ribuan Tahun
Asal Usul Tanduk Manusia

Menurut World Journal of Oncology (WJO), pertumbuhan tanduk ini digambarkan sebagai lesi yang tidak biasa yang terdiri dari bahan keratotik yang menyerupai tanduk hewan.
Pertumbuhan dapat timbul dari lesi epidermis jinak, premaligna atau ganas.
Studi WJO mengamati sebelas pasien dengan tanduk kulit antara tahun 2000 dan Januari 2004 dan dari detail klinis, patologis, dan perawatan, banyak yang dipelajari tentang distribusi frekuensi mereka.
Reseksi bedah dilakukan pada delapan pasien pria dan tiga wanita, dengan usia rata-rata 57 tahun, dengan lesi di telinga, tangan, atau kulit kepala.
Ada dua kasus karsinoma sel skuamosa, dan satu kasus karsinoma sel basal, tetapi 8 kasus lainnya jinak.
Sementara tanduk kulit dapat terbentuk di mana saja di tubuh, tanduk tersebut biasanya muncul di tempat-tempat yang terpapar matahari.
Seperti halnya kepala dan telinga, punggung tangan, dan lengan bawah. (Muflika Nur Fuaddah/Intisari)
SUMBER: Bangkapos
• SEDIH Anak 8 Tahun di Sulawesi Dijemput Ambulan akan Dikarantina oleh Petugas Berpakaian APD Lengkap
• Sungai Batanghari Mulai Meluap, Pemkot Jambi Siaga Antisipasi Banjir