Virus Corona

Ibu Muda Positif Corona Meninggal setelah Melahirkan Bayi Kembar, Bayinya Juga Ikut Meninggal

Ibu muda berusia 26 tahun meninggal dunia setelah melahirkan bayi kembar. Setelah meninggal baru diketahui ibu muda tersebut positif corona.

Editor: rida
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi perawat lakukan perawatan pada pasien virus corona 

TRIBUNJAMBI.COM- Ibu muda berusia 26 tahun meninggal dunia setelah melahirkan bayi kembar. Setelah meninggal  baru diketahui ibu muda tersebut positif corona.

Kronologi ibu di Cianjur meninggal karena virus corona setelah melahirkan bayi kembar, satu bayi ikut meninggal, kini dokternya terpapar.

Seorang ibu muda asal Cianjur dinyatakan positif corona setelah 10 hari meninggal dunia.

Kini, sang dokter yang menanganinya pun juga dinyatakan positif corona.

Ibu rumah tangga berinisial MM (26) asal Kecamatan Cijati, Cianjur meninggal dunia pada 7 April 2020 sepekan setelah melahirkan bayi kembar.

Menghilang Misterius, Ternyata Mahasiswa Jerman Sempat Berkomunikasi dengan Sang Ibu Lewat Telepon

Fakta-fakta Misteri Tintin dan Karya Herge yang Bikin Pembaca Komik Terbuai dalam Petualangan

MM adalah pasien 01 positif corona di Cianjur.

prosesi pemakaman korban Covid-19
prosesi pemakaman korban Covid-19 (Facebook)

Sebelumnya MM melahirkan bayi kembar berjenis kelamin laki-laki di RSUD Sayang Cianjur pada 31 Maret 2020.

Tiga hari setelah melahirkan, MM diperbolehkan pulang. Namun 6 April 2020, MM berobat ke puskesmas dengan gejala sesak napas.

Dari hasil rapid test, MM dinyatakan reaktif dan dia kemudian dirujuk ke rumah sakit.

Karena ruang isolasi di RSUD Sayang penuh, MM dirujuk ke RS Cimacan.

Namun kondisinya terus menurun hingga MM meninggal dunia dengan status sebagai PDP pada 7 April 2020.

Sementara itu, salah satu dari bayi kembar MM meninggal dunia dan satu bayinya yang masih hidup dirujuk ke RSUD Hasan Sadikin Bandung sebagai PDP.

“Sebelumnya, tim medis telah mengambil sampel dahaknya untuk dikirim ke Labkesda untuk diperiksa. Hasilnya baru keluar pada 17 April kemarin, dan ternyata positif Covid-19,” ucap Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid-19 Cianjur Yusman Faisal, Senin (20/4/2020).

Dokter yang merawat terpapar Covid-19

Kepastian itu berdasarkan hasil tes swab Labkesda Provinsi Jabar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Mataram
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved