Virus Corona
Skenario Terburuk Belajar dari Rumah, Bisa Berlangsung Sampai Desember atau Januari Tahun Depan
Skenario Terburuk Belajar dari Rumah, Bisa Berlangsung Sampai Desember atau Januari Tahun Depan
TRIBUNJAMBI.COM - Dampak wabah virus corona di Indonesia membuat pemerintah mencanangkan belajar di rumah untuk semua pelajar di tanah air.
Hal it untuk melindungi para siswa dan siswi dari bahaya virus corona dan demi memutus rantai penyebarannya.
Mempersiapkan skenario dimulainya pembelajaran bagi pelajar Indonesia setelah pandemi Covid-19, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Terutama untuk melanjutkan Tahun Ajaran 2019-2020 yang tertunda hingga memulai Tahun Ajaran baru 2020-2021, skenario pembukaan sekolah tersebut.
• Jawaban Soal SMP Belajar di Rumah TVRI Hari ini 29 April 2020 tentang Vulkanologi, Live Streaming
• Dukung Belajar di Rumah, Ternyata Siswa Bisa Minta Pulsa ke Sekolah Selama Pandemi Covid-19 Ini
• Mendikbud Gandeng TVRI Agar Pelajar Bisa Belajar di Rumah Saat Wabah COVID-19, Dimulai Hari Senin
Pada Juli atau Agustus dan Desember bahkan Januari 2021, skenario pembelajaran tersebut bisa dimulai.
Skenario pertama adalah skenario optimis yakni sekolah dibuka kembali akhir bulan Juli atau pertengahan Agustus.
• SAH! Gaji Ke-13 Ditunda, Guru Boleh Bersyukur Tunjangan Profesi Tak Diganggu, Tapi Tukin Tidak Naik
• Jadwal Belajar dari Rumah Live Streaming di TVRI Hari Ini, Minggu 3 Mei 2020, PAUD, SD, SMP, SMA/SMK
• CATAT! Tes SKB Tidak Batal dan Tetap Dilaksanakan, BKN Beri Pengumuman Begini
Skenario kedua adalah pesemis apabila Covid-19 berakhir diakhir 2020, yakni menggunakan pembelajaran daring dengan fokus kepada daerah yang tidak mendapatkan akses listrik dan internet.
Sehingga mendapatkan hak pembelajaran dan dilakukan evaluasi jangkauan TVRI apakah bisa menjangkau sekolah yang tidak memiliki listrik.
Skenario ketiga yaitu apakah dimungkinkan mengubah awal tahun pembelajaran baru di bulan Januari 2021.
"Laporan Bapak Menko (Muhadjir Effendy) kepada Bapak Presiden adalah pembelajaran pada semester ini belum dapat dibuka kembali," ungkap Agus.
Adapun berdasarkan salinan dari hasil rapat koordinasi yang diterima Tribunnews.com, skenario terburuk atau skenario ketiga pembelajaran bisa diubah ke awal tahun ajaran baru pada Januari 2021.
Sejumlah konsekuensi juga dipikirkan oleh Pemerintah, termasuk revisi mekanisme dan aturan Penerimaan Peserta Didik BAru (PPDB).
• Tamparan Keras Najwa Shihab ke Anggota DPR yang Work From Home di Tengah Corona:Biasanya Juga Kosong
• Klarifikasi Usulan Potongan ASN Golongan III, Ganjar Pranowo: Yang akan Kita Kurangi di Atas 10 Juta
• Daftar Harga Ponsel Oppo, iPhone, Vivo, Xiaomi dan Samsung di Bulan Mei 2020 Terlengkap
Di antaranya yakni:
1. Program reguler berlaku pada jenjang dikdasmen. Untuk jenjang dikti menyesuaikan
2. Kemendikbud dan Kemendagri secara berkala memonitor dampak yang timbul akibat perpanjangan dan pengantian tahun ajaran dari Juli ke Januari