Hasil Tes Puluhan Warga

Ratusan Pekerja Jargas asal dari Jawa di Sarolangun Dilakukan Rapid Test, Ini Hasilnya

Ratusan pekerja jaringan gas (jargas) rumah tangga asal pulau jawa dinyatakan negatif Covid-19

Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto
Ratusan pekerja jaringan gas di Sarolangun dilakukan rapid test 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Ratusan pekerja jaringan gas (jargas) rumah tangga asal pulau jawa dinyatakan negatif Covid-19

Mereka dinyatakan negatif setelah dilakukan rapid tes atau tes cepat oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Sarolangun.

Meski mendapatkan persetujuan oleh pihak pemkab untuk menegerjakan proyek itu.

Tetapi pemeriksaan ratusan pekerja ini juga lantaran kekhawatiran masyarakat Kecamatan Sarolangun khususnya karena keberadaan pekerja asal jawa itu.

Mereka takut, para pekerja itu membawa virus yang saat ini masih dalam pencegahan.

Tertunda Wabah Covid-19, Lelang Jabatan Sekda Provinsi Jambi Akan Dilanjutkan Via Video Conferrence

Update Covid-19 1 Mei - Bertambah 443, Jadi 10.551 Kasus Terkonfirmasi, 800 Meninggal, 1.591 Sembuh

Sekretaris Dinas Kesehatan Sarolangun, Fauziah mengatakan untuk pelaksanaan rapid test itu dilakukan kepada 112 pekerja Jargas.

Dan setelah dilakukan pengecekan rapid tes, semuanya dinyatakan negatif atau non reaktif.

"Tidak ada yang menunjukkan gejala positif," ujar

Jika massa inkubasi virus corona selama 28 hari, mengingat hal ini, para pekerja jargas itu akan dilakukan rapid tes kembali pada tujuh hingga 10 hari ke depan.

Musim Kemarau Diprediksi Akhir Mei 2020, Waspadai Hujan Petir saat Peralihan Musim

Diumumkan Sabtu 2 Mei 2020, Kelulusan Siswa SMA/SMK Lihat di Website atau Media Sosial Sekolah

"Kita akan tunggu 7-10 hari kedepan, jika nanti ada yang menunjukkan gejala maka akan kita rapid test kembali. Saat ini semua pekerja tetap dalam pemantauan," tambahnya.

Masih dikatakannya,jika dalam kegiatan rapid test ini pihak perusahaan sudah melakukan kontrak dengan pemkab Sarolangun dalam hal ini Dinkes untuk melakukan pemeriksaan rutin.

"Kita hanya menyiapkan tenaga 2 orang dokter untuk melakukan pemeriksaan rutin,sementara untuk peralatan rapid test semua dari perusahaan," pungkas Sekdin.

Diketahui bahwa pekerjaan proyek pusat tersebut sudah berjalan 20 hari di Sarolangun yang saat ini masih dalam pemantauan.

Sebelum bekerja di Sarolangun, semua pekerja itu melakukan pengerjaan di Kabupaten Muarojambi dan dilakukan rapid test yang hasilnya negatif.(Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved