Rabu, 6 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Wisata Ramah Lingkungan

Pasar Tradisional di Jateng Ini Haramkan Kantong Plastik

Pasar tradisional sudah lama lekat dengan kantong plastik atau kresek. Namun, Pasar Dhoplang di Wonogiri Jawa Tengah haramkan kantong plastik.

Tayang:
Editor: rida
Grid.ID
Pasar Dhoplang Wonogiri 

Tribunjambi.com - Pasar tradisional sudah lama lekat dengan kantong plastik atau kresek. Namun, Pasar Dhoplang di Wonogiri yang terletak di Jawa Tengah ini berbeda.

Pasar ini mengharamkan penggunaan kantong plastik. Pedagang menggunakan daun jati atau pisang sebagai pembungkus makanan.

Pasar Dhoplang berlokasi di Kampung Kembar, Desa Pandan Slogohimo, Wonogiri

Pasar ini memiliki aneka macam makanan tradisional, seperti cabuk atau thiwul.

Tak hanya wisata kuliner, Anda juga bisa belajar bahasa Jawa karena diharapkan semua pengunjung harus berbahasa Jawa saat bertransaksi.

Baca juga: 

Masalah Lingkungan Terus Muncul, Ini Beberapa Tips Traveling Ramah Lingkungan untuk Kamu

Ini Sanksi Bagi Perusahaan dan Pelaku Usaha yang Tidak Miliki Dokumen Lingkungan Hidup

Di pasar ini, jika ingin menikmati jajanan, pengunjung bisa duduk-duduk di atas tikar yang telah digelar di antara pohon jati yang membentang sekitar 1.300 meter persegi.

Asyiknya, setiap kali datang, pengunjung diwajibkan untuk menggunakan bahasa Jawa. Sehingga rasanya pasar ini pas untuk digunakan sebagai tempat belajar bahasa Jawa.

 
Pedagang membungkus makanan dengan daun pisang di Pasar Dhoplang Wonogiri.
kompas.com
Pedagang membungkus makanan dengan daun pisang di Pasar Dhoplang Wonogiri.

Selain bahasa, para pedagang menggunakan pakaian Jawa tradisional seperti kebaya, jarik dan lurik.

Hal ini dimaksudkan supaya Pasar Dhoplang bisa ikut menjaga kebudayaan Jawa tetap lestari.

Selain lokasinya yang asik karena berada di antara naungan pepohonan, di Pasar Dhoplang pengunjung bisa pula membeli aneka rupa makanan yang sudah sangat jarang ditemukan.

Seperti tempe besengek, nasi thiwul, cabuk, atau sego bancakan.

Bahaya Makan Sayur Bayam dan Tempe Bersamaan, Susah Buang Air Besar hingga Kram Otot

 

Untuk melakukan transaksi di Pasar Dhoplang, pengunjung menggunakan uang koin kayu yang sebelumnya ditukarkan dengan uang asli.

Harga-harga makanan pun cukup murah, hanya berkisar Rp 1.000 - Rp 5.000 per porsi.

Meskipun tanpa plastik, untuk Anda yang tidak ingin kerepotan membawa bungkusan sebagai oleh-oleh, Pasar Dhoplang juga menyediakan alternatif pengganti plastik berupa tas kain yang sudah disablon dengan label Pasar Dhoplang yang bisa dibeli seharga Rp 5.000.

Pasar Dhoplang hanya buka setiap hari Minggu dari pukul 06.00-09.00. Saking murah dan uniknya pasar ini, tak heran kalau Pasar Dhoplang selalu dipadati pengunjung.

Koin yang digunakan untuk membeli jajanan di Pasar Dhoplang Wonogiri.
kompas.com
Koin yang digunakan untuk membeli jajanan di Pasar Dhoplang Wonogiri.

Karena itu sangat disarankan untuk berkunjung ke pasar ini sepagi mungkin.

Menurut Lilis sebagai inisiator Pasar Dhoplang, pasar unik di Wonogiri ini pada awalnya bermula dari para ibu-ibu yang sedang melakukan kegiatan dasa wisma.

Awalnya hanya sekitar 11 pedagang, kini ada sekitar 70-an pedagang di Pasar Dhoplang Wonogiri. (Nur Rohmi Aida)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan Intisari dengan judul ""Haram" Bungkusan Plastik di Pasar Dhoplang Wonogiri"

Kunjungi juga channel Youtube Tribun Jambi

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved