VIDEO Keunikan Kue Bingke, Jajanan Manis Khas Kuala Tungkal Saat Ramadan

Kue Bingka atau masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyebutnya kue Bingke, merupakan kuliner khas saat Ramadan.

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL-Kue Bingka atau masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyebutnya kue Bingke, merupakan kuliner yang dapat dijumpai di setiap pedagang takjil saat Ramadan

Rasanya yang manis dengan tekstur yang lembut sangat terasa ketika kita makan, terlebih lagi aroma khas dari Bingke ini sangat menggugah selera. Kue ini sangat  cocok menjadi pilihan untuk menu pendamping berbuka puasa kalian. Kue Bingke ini berbahan dasar dari tepung beras dan bahan campuran lainnya.

Satu di antara tempat yang memproduksi Kue Bingke setiap Ramadan yaitu berada di Jalan Kemakmuran RT 19, Kelurahan Tungkal III, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan M Amin. Dalam satu hari Ia bisa menjual lebih dari 400 cetakan kue Bingke siap saji dengan harga yang bervariasi.

Putus Rantai Covid-19, Salat Tarawih dan Salat Jumat Jamaah di Masjid Ditiadakan Sementara

VIDEO VIRAL Botol Hand Sanitizer Berstiker Bupati Klaten, Ada Kekeliruan Penempelan

"Bisa dibilang kue khas Tungkal setiap Ramadan. Kita ada berbagai macam rasa dan campuran, dan harganya beda-beda. Kita produksi hanya setiap Ramadan," sebutnya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa Kue Bingke ini diproduksi turun temurun dari ibu dan neneknya. Tidak salah rasanya jika kue ini melegenda dan wajib dicoba ketika datang ke Kuala Tungkal di suasana Ramadan saat ini.

Kata M Amin untuk satu kali produksi dengan menghasilkan 400 cetak kue Bingke, dirinya bisa menghabiskan tepung beras sebanyak 25 kilo gram. Adapun bahan lainnya yaitu telur ayam menghabiskan sebanyak 100 butir.

"Bahannya banyak, untuk satu kali produksi itu bahannya tepung beras 25 kilogram, telur 100 butir, gula pasir 30 kilogram, susu 12 kaleng dan santan kelapa 25 kilo," ujarnya.

Pembuatan kue Bike ini yang paling lama kata M Amin adalah proses membuat adonan. Semua bahan dicampur dan diaduk hingga semuanya merata dan gula pasir halus. Proses pembuatan adonan ini memakan waktu cukup lama sekitar dua jam.

"Kalo masaknya sebentar paling 5 sampai 10 menit. Kita pakai cetakan berbentuk bunga, jadi kita olesin cetakan dengan mentega, kemudian baru kita masukan adonan sekitar setengah gelas ukuran besar dan kita letakkan diatas api kompor," terangnya.

Menariknya, M Amin tetap mempertahankan pembuatan Kue Bingke ini dari turun temurun dengan menambahkan arang panas diatas cetakan Kue Bingke yang dilapisi dengan piring panggangan. Ini dilakukan agar cita rasa dari Kue Bingke tetap terasa.

Halaman
12
Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved