Breaking News:

Pengawasan Corona Diperketat

Putus Rantai Covid-19, Salat Tarawih dan Salat Jumat Jamaah di Masjid Ditiadakan Sementara

Guna antisipasi penyebaran virus corona berdasarkan surat edaran Bupati Tanjabtim No: 400/857 per 23 April 2020.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Pemerintah Kecamatan Muara Sabak Timur bersama pihak terkait menggelar rapat pada Rabu (29/4) dengan diikuti oleh Camat, Danramil, Polsek, MUI, Lurah ara ketua Rt, dan tokoh agama serta masyarakat membahas soal ibadah salat tarawih selama pandemi covid-19. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Guna antisipasi penyebaran virus corona berdasarkan surat edaran Bupati Tanjabtim No: 400/857 per 23 April 2020. Dalam Ramadhan tahun ini salat tarawih di masjid ditiadakan. 

Berdasarkan surat edaran Bupati tersebut, Pemerintah Kecamatan Muara Sabak Timur bersama pihak terkait menggelar rapat pada Rabu (29/4) dengan diikuti Camat, Danramil, Polsek, MUI, Lurah, ketua Rt, dan tokoh agama serta masyarakat.

Dalam rapat tersebut beberapa poin dibahas, satu diantaranya terkait pelaksanaan salat tarawih pada bulan Ramadhan. Dengan berpedoman edaran bupati tentang panduan pelaksanaan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 2020 M/1441 H di tengah pandemi virus corona saat ini.

Ramadhan di Tengah Covid-19, Tingkatkan Imunitas Tubuh dengan Berpuasa, Ini Penjelasan Ahli

Update Perkembangan Covid-19 di Provinsi Jambi, ODP Bertambah 7 Orang

BREAKING NEWS Lanjutkan Tracing Contact Klaster Gowa di Jambi, Temukan Tambahan 65 Orang

Dikatakan Lurah Muara Sabak Ulu, Darohim, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com usai menggelar rapat menuturkan, terdapat beberapa poin yang ditekankan diantaranya terkait salat tarawih. Dimana melihat kondisi pandemi saat ini salat tarawih jamaah di masjid ditiadakan.

"Tadi kita sudah kumpulkan pihak dan instansi terkait, dan juga tokoh agama serta masyarakat. Bahwa untuk pelaksanaan salat tarawih di masjid tahun ini ditiadakan," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya pula, untuk salat tarawih sendiri diimbau bagi masyarakat untuk dapat melakukannya di rumah masing-masing berjamaah bersama keluarga.

"Kita berharap masyarakat dapat mematuhi dan memaklumi dengan kondisi saat ini, dan tidak ngeyel," ujarnya.

Selain itu kedepan untuk salat Jumat juga akan diberlakukan seperti salat tarawih, untuk sementara ditiadakan. 

"Minggu ini masih akan kita lakukan namun kedepan salat Jumat untuk sementara ditiadakan jelang kondisi pandemi ini sudah membaik," tuturnya.

Dalam rapat tersebut, salah seorang warga bang Jek, meminta dalam penegakan peraturan tadi lebih merata, tidak hanya berlaku untuk perkumpulan di masjid dan musala saja yang dilarang. Melainkan tempat lainnya juga lebih dipertegas seperti hiburan dan tempat nongkrong (bermain lacak).

"Terkait aturan kita berharap tidak hanya ditekankan bagi larangan berkumpul di masjid dan musala saja, namun aktivitas berkumpul lainya juga perlu diperhatikan," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga meminta pihak terkait MUI ataupun ulama, untuk memberikan imbauan atau masukan terkait tata cara salat tarawih tahu beribadah di dalam rumah. Sehingga amal ibadah yang dilakukan masyarakat saat di rumah tidak sia-sia.

Sementara itu perwakilan pihak MUI H Darwis menuturkan, terkait kebijakan larangan salat tarawih tersebut berdasarkan hasil keputusan bersama. 

"Terkait panduan salat tarawih untuk beribadah di rumah sudah kita siapkan, dan akan segera diedarkan ke pihak Desa dan kelurahan sebagai pedoman dan petunjuk masyarakat," jelasnya.(usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved