Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Virus Corona

VIDEO Kisah Sedih Korban PHK Corona, Kakek Ini Mudik Kayuh Sepeda Berhari Hari

Dapat dilihat dengan jelas bahwa ia membawa tas pakaian besar dan hanya mendorong sepeda kemudian pergi.

Tayang:
Editor: Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM - Pandemi virus corona hingga kini masih menjadi polemik di banyak negara di seluruh dunia.

Tak hanya masalah kesehatan, namun juga mempengaruhi perekonomian di berbagai belahan dunia.

Hal ini berdampak pada pendapatan dan mata pencaharian masyarakat yang terancam dirumahkan.

Kini kasus banyaknya pemecatan karyawan di berbagai perusahaan juga tak terelakkan.

Hal ini terjadi lantaran karena berbagai masalah yang sebenarnya seperti dua sisi mata koin.

Di satu sisi, masyarakat diimbau untuk menjaga jarak atau bahkan mengkarantina diri demi menghambat penyebaran virus tersebut.

Satu Orang di Sarolangun Positif Corona, Bupati Minta Kewaspadaan Ditingkatkan

Imbas Pernyataan Berenang Bikin Hamil, Presiden Jokowi Resmi Pecat Komisioner KPI Sitti Hikmawaty

Namun di satu sisi lainnya, hal tersebut membuat ekonomi melemah yang berdampak pada pemecatan banyaknya karyawan di berbagai perusahaan.

Dilansir dari borakdaily, Rabu (22/4/2020), sebuah postingan asal Thailand viral lantaran seorang kakek yang pulang ke kampung menggunakan sepeda setelah dirinya dipecat.

Dalam postingannya, kakek tersebut berada di Provinsi Rayong.

Sedangkan butuh waktu berhari-hari jika menggunakan sepeda jika ingin menuju ke kampung halamannya di Provinsi Ubon Ratchathani.

Dilihat dari seragamnya, kakek tersebut bekerja sebagai security atau penjaga keamanan.

Ia mempunyai masalah penglihatan dan tampak kelelahan sembari menuntun sepedanya.

Ia mengaku tidak mempunyai uang untuk mengobati matanya.

Ini Prediksi Berakhirnya Virus Corona di Berbagai Negara di Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?

Masnah: Fisik dan Badan Boleh Saja Terpenjara, Namun Iman dan Ketaqwaan Harus Makin Meningkat

Bahkan, untuk keberlangsungan hidupnya saja ia dibantu oleh orang-orang sekitar yang merasa iba dengan memberi sebuah nasi.

Ia makan dan minuman mengandalkan diberikan dari mereka yang memiliki belas kasihan.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved