Virus Corona di Jambi

Meski PON Ditunda Koni Provinsi Jambi Berharap Pelatda Tetap Berjalan dengan Pola Latihan Mandiri

Ketua KONI Provinsi Jambi, Indra Armandaris menyampaikan bahwa sebelum adanya keputusan penundaan pelaksanaan PON tahun depan, pihaknya sudah...

Tribunjambi/Zulkifli
Ketua KONI Provinsi Jambi, Indra Armandaris 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dampak virus corona di Jambi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi merubah pola kegiatan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) persiapan PON Papua, menjadi latihan mandiri.

Ketua KONI Provinsi Jambi, Indra Armandaris menyampaikan bahwa sebelum adanya keputusan penundaan pelaksanaan PON tahun depan, pihaknya sudah mengirim surat edaran kepada para cabor untuk mengalihkan kegiatan Pelatda menjadi latihan mandiri, sejak Maret hingga Mei 2020 mendatang.

"Dengan adanya penundaan ini, kalau memang anggaran Pelatda itu tidak ditarik untuk penangan Covid-19, berarti kan Pelatdanya akan jalan terus. Tapi kalau ditarik, maka itu akan mempengaruhi anggaran Pelatda," sebut Indra, Sabtu (25/4/2020).

Baca Komik One Piece Terbaru Episode 978, Menguak Anak Kaido, Link Baca Komik Tersedia di Sini

BREAKING NEWS: Jumlah Pasien Corona di Jambi Bertambah 3 Orang, Kini Total 21 Orang Terinfeksi

ODP Bandel yang Dikarantina di Rumah Hantu Sragen Ngaku Diteror Makhluk Halus Tiap Malam

Meski demikian, Ketua KONI Provinsi Jambi berharap pelaksanaan Pelatda yang sudah berlangsung sejak Februari tersebut, tetap bisa berjalan hingga Oktober. Sehingga tidak terganggu kegiatannya, meskipun pelaksanaan PON ditunda tahun depan.

"Kita sudah kirim surat resmi ke gubernur, supaya anggaran Pelatda tetap dianggarkan hingga bulan Oktober. Tapi kita belum mendapat jawaban resmi dari gubernur," ungkapnya.

Ditambahkannya, tidak apa-apa sebagian anggaran PON yang kurang lebih sebesar Rp 33 miliar itu dialihkan untuk penanganan Covid-19. Namun khsus untuk Pelatda tetap disisihkan.

"Kalau kayak tranportasi atlet ke Papua, honor, dan lain-lain tidak apa-apalah dialihakan, tapi kalau anggaran Pelatda kalau bisa tetap disisihkan," ujarnya.

Menurut Indra, meski PON ditunda, pelaksanaan Pelatda tetap harus dijalankan, paling tidak sampai Oktober. Sebab, para atlet tetap harus latihan, untuk menjaga kondisi, kebugaran dan daya tahan.

"Kalau ini terhenti, rusaklah semua, kalau tidak ada latihan secara terjadwal," ujarnya lagi.

Pola latihan pun, kata Indra tetap menaati protap kesehatan dan imbauan Kementrian Kesehatan dengan menghindari latihan terpusat dan kerumunan.

"Latihan sendiri-sendiri, boleh di venue atau di tempat lain," pungkasnya. (Zulkifli)

Penulis: Zulkifli
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved