Breaking News:

Jelang Puasa Pertama di Jambi

Harga Cabai di Pasar Muara Bungo Terjun Bebas Akibat Pandemi Covid-19

menjelang bulan Suci Ramadhan 2020 harga cabai merah di pasar tradisional modern Muara Bungo tidak sepedas sebelumnya.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Darwin
Harga cabai merah di Pasar Muara Bungo terjun bebas akibat pandemi Covid-19. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Di tengah pandemi Covid-19 dan menjelang bulan Suci Ramadhan 2020 harga cabai merah di pasar tradisional modern Muara Bungo tidak sepedas sebelumnya.

Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bungo berdampak pada pedangang mengeluh stok melimpah dan sepi pembeli. Belum lagi harga yang terjun bebas.

Ditengah ancaman corona virus disease atau Covid-19 menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 2020 sejumlah harga komoditas kebutuhan pokok di pasar tradisional modern Muara Bungo mengalami pergeseran, harga cabai merah mengalami penurunan yang cukup tajam.

BREAKING NEWS Pemulung Temukan Jasad Bayi di dalam Karung, Ternyata Ada Juga Pewangi di Dalamnya

Berikut Syarat yang Harus Diperhatikan Pasien Covid-19 yang Sembuh & Ingin Donorkan Plasma Darahnya

Pembobol Alfamart Cempaka Putih Masih Diburu, Kapolsek Jelutung Minta Warga Tingkatkan Keamanan

Pedagang cabai merah di pasar tradisional modern (PTM) Muara Bungo, Panji mengatakan jelang Ramadhan tahun ini harga cabai merah mengalami penurunan.

Sebelumnya, kata pedagang itu satu kilogram cabai mencapai Rp 40 ribu.

"Biasanya memasuki ramadhan harga cabai naik, tapi ini imbas Covid-19 harga cabai turun di harga Rp 20 ribu per kilo gramnya. Harga sebelumnya mencapai Rp 40 ribu per kilo," ujarnya, Kamis (23/4/2020).

Turunya harga cabai dikarenakan sepinya pembeli sementara stok melimpah. Disisi lainnya masyarakat masih takut keluar rumah apalagi Pemkab Bungo sudah menerapkan physical distancing.

Panji berharap kondisi seperti ini cepat berlalu biar daya beli masyarakat bisa normal kembali.

Sejumlah harga kebutuhan lainnya seperti bawang merah mengalami kenaikan diharga Rp 40 ribu per kilo gramnya yang mana harga Rp 32 ribu perkilo gramnya.

Kemudian yang ikut serta naik serta telur ayam naik diharga Rp 38 ribu per karpetnya dari harga sebelumnya Rp 34 ribu per karpetnya.

Selanjutnya kondisi saat ini di tingkat pedagang cabai mengeluh dikarenakan daya beli menurun drastis, sementara persediaan cukup banyak.

"Pasokan cabai dari para petani melimpah dan dari luar daerah dan tidak diimbangi dengan daya beli masyarakat maupun dari pelaku usaha berkurang," ungkapnya.

Terlebih saat ini hampir sudah tidak adak ada lagi yang menyelenggarakan pesta hajatan baik pernikahan, sunatan ataupun yang lainnya. Sehingga barang menjadi menumpuk karena daya belinya sedikit. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved