Breaking News:

Jelang Puasa Pertama di Jambi

Di Sarolangun Salat Tarawih dan Tadarusan Ditiadakan, Ini Kata Kamenag

Seperti Salat Tarawih, Nuzulul Quran, Tadarusan dan Salat Idul Fitri ditiadakan. Hal ini seiring dengan pencegahan virus corona di Sarolangun.

Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/zulkifli
Ilustrasi Salat Tarawih 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pihak Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sarolangun resmi keluarkan edaran bupati terkait pelaksanaan ibadah bulan Ramadan.

Seperti Salat Tarawih, Nuzulul Quran, Tadarusan dan Salat Idul Fitri ditiadakan. Hal ini seiring dengan pencegahan virus corona di Sarolangun.

Kata Kepala Kantor Kemenag Sarolangun, Syatar mengatakan jika pelaksaan ibadah selama bulan Ramadhan di masjid ditiadakan.

Presiden Jokowi Jawab Penasaran Publik Terkait Keberadaan Menkes Terawan di Tengah Pandemi Corona

Harga Cabai di Pasar Muara Bungo Terjun Bebas Akibat Pandemi Covid-19

Belum Nikah Tapi Sudah Punya Bayi, Jadi Alasan Seorang Wanita Muda di Pringsewu Buang Bayi ke Sungai

Menurutnya, jika masih ada masyarakat yang melaksanakan ibadah di masjid pihaknya tidak melarang. Dan tidak ada sanksi tegas bagi yang melaksanakan ibadah di masjid.

"Ditidakan nian karena kita masuk zona merah. Sanksi berupa teguran keras jika masih ada yang melaksanakan ibadah di masjid. Hal ini berlaku tanpa terkecuali," katanya, Kamis (23/4)

"Ya, tidak ada alasan lagi, kalok dio memang ngotot, pihak keamanan yang menyelesaikan," tambahnya.

Secara umum pihaknya berharap masyarakat harus pro aktif dan lebih berwaspada terkait pencegahan Covid-19.

Lanjutnya, jika Kemenag telah menerbitkan tuntunan pelaksanaan Salat Tarawih dan Witir bagi masyarakat yang belum mengetahui tata caranya yang bisa didapatkan di Kantor KUA setempat.

"Tuntunan Salat Tarawih dan Witir dapat diperoleh di Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan setempat atau pada Penyuluh Agama Islam (PAI) serta ASN Kemenag Sarolangun,” sebutnya.

Peran serta seluruh ASN (PNS dan non-PNS) di lingkungan Kemenag Sarolangun agar ikut mensosialisasikan dan mengindahkan Surat Edaran Menteri Agama dan kebijakan daerah.

Ia juga menugaskan kepada Penyuluh Agama Islam PNS dan non-PNS untuk melakukan pendataan Masjid dan Musholla yang menyelenggarakan Salat Tarawih dan melaporkan melalui Kepala KUA kecamatan. (Wahyu)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved