Berita Nasional

KKB Papua Selalu KO Kendati Gunakan Senjata Rampasan dari TNI, Kenali Senjata Api TNI Polri di Sini

KKB Papua Selalu KO Kendati Gunakan Senjata Rampasan dari TNI, Kenali Senjata Api TNI Polri di Sini

Editor: Andreas Eko Prasetyo
ist
Ilsutrasi anggota KKB Papua 

Berat: 2,27 kg–3,9 kg

Panjang laras: 508 mm (standar), 406 mm, dan 368 mm

Peluru: 223 Remington, 5.56 NATO

Mekanisme: Sistem gas langsung, bolt berputar

Rata² tembakan: 800 butir/menit (versi otomatis)

Kecepatan peluru: 975 m/s[4][5]

Jarak efektif: 550 m

Amunisi: Magazen STANAG

3. SS1

Senapan SS1
Senapan SS1 (Pindad)

Melansir dari Wikipedia, SS1 adalah singkatan dari Senapan Serbu 1, senapan serbu yang banyak digunakan oleh TNI dan POLRI.

Senapan ini diproduksi oleh PT. Pindad Bandung, berdasarkan senapan FN FNC dengan lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia.

Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 4,01 kg.

Senapan ini bersama-sama dengan M16, Steyr AUG dan AK-47 menjadi senapan standar TNI dan POLRI, tetapi karena diproduksi di Indonesia, senapan ini paling banyak digunakan.

SS-1 diproduksi dalam 2 konfigurasi utama, yaitu senapan standard dan karabin pendek. Versi senapan standar disebut SS1-V1 (FNC “Standard” Model 2000) dan karabin disebut SS1-V2 (FNC “Short” Model 7000).

Kedua varian diatas dilengkapi dengan laras yang berisi pelintiran tembakan tangan kanan sepanjang 178 mm (untuk stabilisasi mengantisipasi peluru SS109 belgia yang lebih berat).

Selain itu juga, SS-1 bisa dipasang berbagai attachment seperti Foregrip yang bisa merubahnya seperti model Standar M4A1 tanpa Red Dot Sight, varian Pelontar Granat (M203, M320 / GP25) dan berbagai Scope seperti Red Dot Sight, Holographic Sight dan ACOG Sight serta Mars Sight yang scopenya sudah menempel di senjata.

Varian

1. SS1-V1 — Varian dasar bagi SS1. Laras standar dengan popor lipat.

2. SS1-V2 — Varian pendek dari SS1, larasnya diperpendek.

3. SS1-V3 — Varian standar dengan popor tetap.

4. SS1-V4 — Serupa dengan varian V1, ditambah dengan teleskop.

5. SS1-V5 — Varian terkecil dari semua varian dengan laras 252 mm dan berat 3,37 kg dan popor lipat. Dirancang untuk teknisi, operator artileri, kru tank, pasukan garis belakang, dan pasukan khusus.

6. SS1-R5 Raider — Sub varian V5 yang dirancang khusus untuk pasukan khusus terbaru TNI Raider. R adalah kependekan dari Raider dan R5 dibuat khusus untuk batalyon ini saja. SS1-R5 memiliki rancangan lebih ramping dan ringan.

7. SS1 seri M — Dibuat untuk korps Marinir. Dengan proses pengecatan spesial untuk menahan air laut dan tidak mudah berkarat. Varian ini dirancang untuk tetap dapat digunakan setelah masuk lumpur atau pasir. Terdapat tiga varian: M1 dengan laras panjang dan popor lipat; M2 dengan laras pendek dan popor lipat; dan M5 Commando.

8. Sabhara V1-V2 — Pengembangan varian ini dikhususkan untuk kepolisian, yaitu perlunya kemampuan melumpuhkan bukan membunuh. Varian ini menggunakan peluru 7,62 x 45 mm PT Pindad.

Spesifikasi

- Berat 4,01 kg (kosong)
- Panjang 997 mm
- Peluru 5,56 x 45 mm NATO, .223 Remington
- Kaliber 5,56 x 45 mm
- Mekanisme Operasi gas, bolt berputar
- Rata² tembakan 700 butir/menit
- Kecepatan peluru 710 m/s
- Jarak efektif 450 m
- Amunisi Kotak magazen 30-butir
- Alat bidik Bidikan besi, bidikan teleskopik (tergantung varian)

(Tribunpekanbaru.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul KKB Papua KO Kendati Gunakan Senjata TNI, Kenali Senjata Api TNI Polri di Sini, Terkenal Handal

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

IKUTI FANPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved