Virus Corona

Berawal Dari Penyemprotan Disinfektan, Seorang Anggota DPR Cekcok Dengan Petugas Covid-19

Seorang anggota DPRD Sulawesi Selatan cekcok dengan petugas Tim Gerak Cepat (TGC) Covid-19 Bantaeng

Editor: Heri Prihartono

TRIBUNJAMBI.COM, BANTAENG -  Berawal dari penyemportan disinfektan seorang anggota DPRD Sulawesi Selatan cekcok dengan petugas Tim Gerak Cepat (TGC) Covid-19 Bantaeng pada Minggu (19/4/2020).

Saat itu sedang dilaksanakan penyemprotan disinfektan untuk kendaraan dan antiseptik untuk pemilik kendaraan.

Anggota DPRD tersebut bernama Edy Manaf, menolak untuk disemprot cairan disinfektan.

Seluruh kendaraan yang masuk ke wilayah Kabupaten Bantaeng harus disemprot disinfektan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Musibah di Rumah Mewah Yuni Shara, Lampu Kristal Tiba-tiba Jatuh Tanpa Sebab

 

Namun mobil yang ditumpangi Edy Manaf dan beberapa temannya tidak berhenti dan terkesan mengacuhkan arahan petugas.

Akhirnya seorang petugas berteriak untuk menghentikan mobil tersebut.

Saat mobil tersebut berhenti, Edy Manaf turun kemudian marah-marah.

"Siapa yang mau bertanggung jawab kalau saya alergi," ucapnya.

Dikutip dari TribunTimur.com, Selasa (21/4/2020), Edy Manaf kemudian diberi penjelasan bahwa antiseptik aman untuk manusia lantaran berisi sabun dan air.

Sinopsis Death Race 2 - Mampukah Luke Selamat dari Balapan Maut dan Buruan Marcus?

Hal itu diungkapkan langsung dokter Anti di posko TGC di Rest Area Bantaeng.

Setelah itu salah satu temannya menanyakan taukah siapa mereka dan akhirnya terjadilah keributan.

Anggota TGC di Rest Area, memang tidak mengetahui bahwa Edy Manaf merupakan seorang anggota DPRD Provinsi Sulsel.

"Kami tidak mengetahui dia anggota dewan provinsi, tetapi walaupun kami tahu dia harus tetap di semprot sesuai protap," kata dr Anti saat di temui TribunBantaeng.com.

Baru Saja Bebas Dari Penjara, Seorang Pria di Banyuasin Tewas Ditusuk Tetangga Saat Tagih Hutang!

Keributan tersebut terus berlangsung hingga anggota TNI dan Polisi yang bertugas langsung melerai.

Selang beberapa saat, Edi Manaf kembali masuk ke mobilnya kemudian melanjutkan perjalanannya.

Atas kejadian tersebut, Tim Gerak Cepat Covid-19 di Rest Area Bantaeng, meminta maaf.

Sementara itu, dikutip dari TribunTimur.com, Andi Edi Manaf membenarkan video tersebut.

Ia menyayangkan sikap petugas posko penanganan Covid-19 di Bantaeng.

Edi Manaf menceritakan, kejadian itu berlangsung Minggu (19/4/2020) sore, saat dirinya baru kembali dari Jeneponto.

Serumah dengan Orang Tanpa Gejala, Bagaimana Agar Tak Tertular Covid-19?

Saat tiba di perbatasan Jeneponto-Bantaeng, dirinya mengikuti prosedur tetap (protap), dengan singgah dan membiarkan mobilnya disemprot disinfekan.

Setelah mobilnya disemprot disinfektan, dirinya juga diminta turun dari mobil untuk turut disemprot cairan disinfektan.

"Nah, saat itu saya pertanyakan dengan baik-baik pada petugas, apakah itu sudah menjadi protapnya?," jelas Edy.

Setelah menanyakan hal tersebut, bukannya mendapat penjelasan, Edy malah mendapat cacian petugas menggunakan pengeras suara.

Hal tersebut membuat suasana semakin gaduh, karena beberapa rekannya ikut terprovokasi.

"Ada yang teriak-teriak ada yang pukul mobil, ada yang mau bakar, gara-garanya itu ibu-ibu yang mencaci lewat pengeras suara yang membuat gaduh," tambah Edy.

(Tribun-Video.com/TribunTimur.com)


VIDEO: Viral Anggota DPRD Blora Menolak Diperiksa Kesehatan Usai Kunker dari Lombok

 Rekaman video yang memperlihatkan aksi tak pantas sejumlah anggota DPRD Blora, Jawa Tengah, viral di media sosial.

Pasalnya, dalam rekaman itu mereka terlihat emosi dan merasa tak terima ketika akan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora.

Padahal, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim medis tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sebab, sejumlah anggota DPRD itu diketahui baru saja pulang dari kunjungan kerja di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, sebanyak 37 anggota DPRD Blora, Jawa Tengah, diketahui melakukan kunjungan kerja selama empat hari di Lombok, NTB.

Dalam kunjungan kerja yang dilakukan sejak Senin (16/3/2020) tersebut, beberapa anggota di antaranya juga mengajak anak dan istrinya.

Tujuan kunker tersebut diketahui untuk studi banding alat kelengkapan dewan (AKD) non-komisi.

Sepulangnya kunker itu, pada Kamis (19/3/2020) tepatnya di Terminal Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mereka disambut tim medis dari DKK Blora untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved