Riwayat RA Kartini, Meski Sudah Menikah dengan Bangsawan, Tapi Tetap Perjuangkan Emansipasi Wanita

Ada beberapa pahlawan wanita Indonesia yang turut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Satu diantaranya adalah RA Kartini.

Editor: Deni Satria Budi
RA Kartini(WIKIMEDIA COMMONS/GPL FDL)
RA Kartini 

TRIBUNJAMBI.COM - Ada beberapa pahlawan wanita Indonesia yang turut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Satu diantaranya adalah RA Kartini

Bertepatan dengan 21 April, diperingati sebagai hari hari kelahiran pahlawan emansipasi perempuan yang memiliki nama Raden Ajeng (RA) Kartini yang lahir pada 1879 di Rembang.   

Perempuan Indonesia yang merupakan tokoh pelopor kebangkitan perempuan pribumi dan menjadi simbol bagi kemerdekaan Indonesia lewat gerakan feminis.

Kelahiran Lahir di Rembang, 21 April 1879, RA Kartini prihatin dan merasakan adanya diskriminasi antara laki-laki dan perempuan pada masa penjajahan.

Pada saat itu perempuan tidak diperbolehkan mendapatkan pendidikan. Hanya perempuan bangsawan yang berhak memperoleh pendidikan.

Pendidikan

Beruntung, Kartini memperoleh pendidikan di ELS (Europes Lagere School). Karena Kartini adalah anak dari Raden Mas Adipati Aryo Sosroningrat, Bupati Jepara.

Anak Soekarno dari Pramugari Garuda Dilahirkan di Jerman, Kartini Manoppo Dipepet di Ruang Tamu

VIDEO Selama April, 58 Ribu Orang Dilaporkan Meninggalkan Jakarta Mudik ke Berbagai Daerah

Namun, Kartini hanya bisa memperoleh pendidikan hingga berusia 12 tahun. Karena menurut tradisi jawa, anak perempuan harus tinggal di rumah sejak usia 12 tahun hingga menikah.

Dilansir dari Kompas.com (21/4/2014), Kartini punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan karena ingin mendapatkan hak yang sederajat dengan pria dalam hal pendidikan.

Tapi keinginan untuk sekolah lebih tinggi harus terkubur, karena Kartini harus menikah dengan seorang bangsawan Rembang bernama KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada 1903.

Ucapan Selamat Hari Kartini Gramedia Jambi
Ucapan Selamat Hari Kartini Gramedia Jambi (IST)

Meski menikah, Kartini tetap berjuang memperhatikan kaumnya. Kartini menuang pemikirannya lewat tulisan yang dimuat oleh majalah perempuan d Belanda bernama De Hoandsche Lelie.

Kartini juga mengirim surat ke teman-temannya di Belanda, salah satunya bernama Rosa Abendanon.

Sebut Wajah Sangar Kakaknya Mirip Preman, Nikita Mirzani: Abang Gue Orangnya Agak Aneh, Preman Bok

Daftar Nomor Plat Kendaraan Pejabat di Indonesia, RI 3 dan RI 4 Jarang yang Tahu Milik Siapa

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), dalam surat yang ditulisnya, Kartini menyatakan keprihatinannya atas nasib-nasib orang Indonesia di bawah kondisi pemerintahan kolonial.

Ini juga untuk peran-peran terbatas bagi perempuan Indonesia. Bahkan, dia menjadikan hidupannya sebagai model emansipasi.

Buku Kartini

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved