Virus Corona
Tangis Wanita Tenaga Medis Ini Pecah Saat Akui Kangen Anak, Kini Jadi Relawan: Rindu Ketawannya
Tak kuasa menahan air mata, Rabiyatun mengaku sering menangis seorang diri di dalam kamar setelah menjadi relawan di Wisma Altet.
TRIBUNJAMBI.COM - Tangis Rabiun Adawiyah pecah saat mengakui jika dirinya sangat merindukan sosok anaknya.
Untuk diketahui Rabiun Adawiyahmerupakan tenaga medis di rumah sakit darurat untuk penanganan pasien cirus corona.
Dilansir TribunWow.com, relawan asal Aceh itu bahkan meninggalkan anak semata wayangnya yang masih berusia 9 tahun untuk turut membantu penanganan pasien virus corona.
Ia bahkan mengaku sering menangis di dalam kamar saat merasa rindu pada putrinya.
• Kisah Sang Ayah Jual HP Rusak demi Beli Beras untuk Keluargannya: Bisa Makan Saja Beruntung
• Sukses Besar Korea Selatan Atasi Virus Corona, Belajar dari Wabah MERS, Ternyata Ini yang Dilakukan
• Sengaja Tidak Sholat Jumat 3 Kali Berturut-turu Akibat Virus Corona? Ini Kata Ustadz Abdul Somad
• Banyak yang Lalai, Ini 7 Kesalahan Pemakaian Hand Sanitizer yang Membuat Virus Corona Tak Bisa Mati
Hal itu disampaikan Rabiatun melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (16/4/2020).
Rabiyatun yang berprofesi sebagai petugas laboratorium itu menjadi relawan di Wisma Altet dan bekerja secara shift.
Hal itulah yang membuatnya cukup kesulitan untuk berkomunikasi dengan sang buah hati.
"Dalam sehari kan ada empat shift ya, kebetulan pas tugas saya itu ada shif ke empat jam 2 malam sampai jam 8 pagi," kata Rabiyatun.
"Malam, kalau misalnya jadwal saya di pagi atau siang atau sampai jam 8 malam, masih bisa saya hubungi sekitar jam 9 malam."
Bahkan, Rabiyatun juga merasakan pahitnya tak bisa berkomunikasi dengan sang anak pada kondisi tertentu.
"Tapi kalau misalnya posisi saya tugasnya dari jam 8 malam ke jam 2 pagi, saya enggak ada komunikasi," ujar dia.
"Hanya komunikasinya di pagi hari, itu pun kalau anak saya sudah bangun."
Pengakuan Rabiyatun itu pun langsung ditanggapi oleh sang presenter.
Presenter itu bahkan mengaku tak mampu membayangkan jika berada di posisi Rabiyatun.
"Saya enggak bisa membayangkan enggak berkomunikasi dalam sehari seperti apa menahan rindu," ucap sang presenter.