Virus Corona
Rencana Xi Jinping Perangi COVID-19 Bukan dengan Obat, Presiden China Gunakan Senjata Ampuh Ini
Rencana Xi Jinping Perangi COVID-19 Bukan dengan Obat, Presiden China Gunakan Senjata Ampuh Ini
Namun langkah-langkah yang diambil Xi Jinping tetap menjadi perhatian.
Pasalnya, negaranya adalah tempat pandemi yang telah infeksi lebih dari 2 juta jiwa itu pertama kali merebak.
Kini presiden China itu beberkan senjata ampuh untuk perangi Corona.
• Bawang Jawa Tak Bisa Masuk Jambi Akibat Corona, Harga Bawang Merah Melambung
• Update Kasus Covid-19 di Provinsi Jambi, Jumat 17 April 2020, 8 Orang Positif Corona
• Sembuh dari Virus Corona dan Dibolehkan Pulang ke Rumah, 2 Hari Kemudian Pasien Ini Meninggal Dunia
Bukan dengan obat, tetapi dengan apa?
Rupanya, melansir Kontan.co.id ini dia pernyataan resmi Xi Jinping.
Sebuah artikel yang ditulis oleh Presiden China Xi Jinping tentang solidaritas global dan kerja sama untuk memerangi pandemi COVID-19 diterbitkan pada Kamis (16/4/2020).
Melansir People's Daily, artikel Xi yang juga merupakan sekretaris jenderal Komite Partai Komunis Tiongkok dan ketua Komisi Militer Pusat, akan dimuat dalam edisi ke delapan Jurnal Qiushi.
• Bawang Jawa Tak Bisa Masuk Jambi Akibat Corona, Harga Bawang Merah Melambung
• PERAMPOK Berpistol Ternyata Seorang Oknum Kades, Polisi Ungkap Sepak Terjang Kejahatannya
• Lakukan Kegiatan Baru saat Physical Distancing, dari Rayu Konsumen hingga Buat Tutorial di YouTube
Menurut artikel tersebut, solidaritas dan kerja sama adalah senjata paling ampuh melawan penyakit ini.
Menurut Xi, wabah COVID-19 menyebar ke seluruh dunia, menghadirkan ancaman besar bagi kehidupan dan kesehatan dan membawa tantangan besar bagi keamanan kesehatan masyarakat global.
"Ini menandakan, sangat penting bagi komunitas internasional untuk memperkuat kepercayaan, bertindak dengan persatuan dan bekerja bersama dalam respon kolektif," jelas Xi.
Dia juga mengatakan, virus tidak menghormati perbatasan, dan epidemi tidak membedakan ras.
• BRI Cabang Jambi Peduli Masyarakat yang Terdampak Covid-19
• Mengeluh Tak Ada Makanan, Tetangga Patungan untuk Keluarga Pasien 05 Covid-19 di Tanjab Barat
Artikel itu juga menuliskan bahwa keadaan darurat besar seperti wabah COVID-19 tidak akan menjadi yang terakhir di era globalisasi ekonomi, dan umat manusia akan terus diuji oleh berbagai tantangan keamanan baik tradisional dan non-tradisional."Darurat kesehatan publik global ini telah mendorong urgensi dan keharusan membangun komunitas dengan masa depan yang sama bagi umat manusia," jelas Xi.
Dia menekankan bahwa hanya dengan solidaritas dan kerja sama masyarakat internasional dapat mengatasi epidemi dan melindungi rumah bersama umat manusia.
"China menjunjung tinggi visi membangun komunitas dengan masa depan yang sama untuk kemanusiaan.
• Pemkab Sarolangun Ajukan Penangguhan Pembayaran Kredit Bank, Dampak Covid-19
• VIDEO Jumlah Pasien Postif Corona di Jambi Bertambah Jadi 8 Orang
Pemerintah China telah bertindak secara terbuka, transparan dan bertanggung jawab dan menyediakan pembaruan tepat waktu tentang wabah kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara dan wilayah yang relevan," tulis Xi lagi seperti yang dikutip People's Daily.