Virus Corona

Tak Terima Disebut WHO Indonesia Berpotensi Jadi Episentrum Baru Covid-19, Pemerintah Angkat Bicara

Tak Terima Disebut WHO Indonesia Berpotensi Jadi Episentrum Baru Covid-19, Pemerintah Angkat Bicara

Editor: Andreas Eko Prasetyo
China Daily, Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Ilustrasi pasien virus corona (kiri), Jubir Pemerintah Indonesia, Achmad Yurianto (kanan) 

TRIBUNJAMBI.COM - Wabah virus corona yang menyebar di Indonesia kini sudah menembus 4 ribu kasus.

Menangani penyebaran itu, beberapa pemerintah daerah dan melalui persetujuan pusat pusat sudah memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah potensi Indonesia menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19.

Viral, Sekelompok Bule Gelar Pesta Ditengah Pandemi Virus Corona Covid-19 di Bali, Begini Kelanjutan

Ditutup Sementara karena Corona, Biaya Makan Satwa di Kebun Binatang Taman Rimba Tidak Terganggu

Dana DAK Batal Cair Akibat Corona, Jalan Rusak di Tanjab Timur Batal Diperbaiki

Hal ini disampaikan Yuri menanggapi Senior Advisor on Gender and Youth to the WHO DG, Diah Saminarsih yang menyebutkan, Indonesia berpotensi menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19 jika tidak segera melakukan kontrol.

"Nah itu (PSBB), apakah kita selama ini tidak melakukan pencegahan?," kata Yurianto ketika dihubungi wartawan, Sabtu (11/4/2020).

VIDEO : Korea Selatan Laporkan 91 Pasien Kembali Positif Covid-19 Setelah Dinyatakan Sembuh

Daftar Harga Emas Logam Hari Ini, Senin (13/04/2020), Emas 24 Karat Antam Naik Rp1.000 per Gram

Pedesaan di Provinsi Jambi Alami Deflasi 0,10 Persen

Yuri mengatakan, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat, pemerintah sudah membuat berbagai aturan dan saat ini masyarakat harus mematuhi aturan tersebut.

"Iya, (butuh kerja sama masyarakat). Peraturannya sudah banyak, tinggal dipatuhi saja. Banyak aturan kalau tidak ada yang mematuhi ya percuma," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah Amerika dan Eropa, Asia Tenggara disebut berpeluang menjadi episentrum baru pandemi Covid-19 jika wabah tidak terkontrol.

Ditutup Sementara karena Corona, Biaya Makan Satwa di Kebun Binatang Taman Rimba Tidak Terganggu

Viral, Sekelompok Bule Gelar Pesta Ditengah Pandemi Virus Corona Covid-19 di Bali, Begini Kelanjutan

Akui Pernah Dekat dengan Glenn Fredy, Nikita Mirzani: Sama Dia Kurang Lebih Delapan Bulan

Regional Director WHO kawasan Asia Tenggara telah mengeluarkan sebuah media briefing sebagai peringatan dan saran kehati-hatian untuk negara di Asia Tenggara.

Ia berujar, gelombang episentrum wabah corona dari Amerika dan Eropa akan menuju Asia Tenggara.

Senior Advisor on Gender and Youth to the WHO DG Diah Saminarsih menyampaikan bahwa potensi pergeseran gelombang episentrum wabah ke wilayah Asia Tenggara ini bisa jadi sangat besar jika tidak terkontrol dari sekarang.

Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara.

Promo JCO Hanya Rp 104 Ribuan Dapat 2 Lusin Donat, Berlaku hingga 19 April 2020

Selain itu, India di Asia Selatan juga disorot WHO sebagai negara yang padat penduduk.

"Indonesia dan India, apabila epidemi tidak terkontrol di dua negara tersebut, maka kawasan Asia Tenggara menjadi episentrum baru (Covid-19) di dunia," kata Diah dalam diskusi daring bertajuk "Hari Kesehatan Dunia 2020: Aksi Nyata Masyarakat Sipil di Masa Pandemi", Kamis (9/4/2020).

Saat ini, episentrum ada di Amerika dan Eropa. Di Amerika Serikat, angka kematian bahkan bisa mencapai sekitar 1.000 kematian per hari.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved