Virus Corona

Bukannya Dirawat, Ini yang Dilakukan Kim Jong Un Kalau Ada Rakyatnya Positif Virus Corona Covid-19

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dikenal sebagai pemimpin yang diktator dan sering mengeluarkan kebijakan aneh untuk rakyatnya.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
KCNA via REUTERS
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Pos Pertahanan Changrindo di front barat, dalam gambar tak bertanggal yang dirilis oleh KCNA pada 25 November 2019. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dikenal sebagai pemimpin yang diktator dan sering mengeluarkan kebijakan aneh untuk rakyatnya.

Ia juga dikenal keras dan memiliki perlakuan yang sadis terhadap anak buahnya.

Beberapa waktu yang lalu, Kim Jong Un pernah memerintahkan menembak mati seorang yang diduga positif virus corona.

Hal ini dikarenakan, pasien tersebut justru pergi ke tempat umum padahal sedang menjalani karantina.

Lalu ada juga seorang jenderal yang dituduh melakukan kudeta.

Komentari Pedas Pernyataan Sri Mulyani Soal Surat Utang Global, Fadli Zon: Sebuah Kebanggaan

Puluhan Bule di Bali Joget Asyik di Pinggir Kolam Renang Pakai Pakaian Ketat, Padahal Pandemi Corona

Melonjak Tinggi Pasien Sembuh dari Virus Corona Covid-19, Pemerintah Akui karena Hal Ini, Kabar Baik

Kim Jong Un eksekusi seorang jenderal dengan melemparnya ke dalam tangki berisi ikan piranha
Kim Jong Un eksekusi seorang jenderal dengan melemparnya ke dalam tangki berisi ikan piranha (TribunStyle kolase/Mongabay/DailyStar)

Oleh karenanya, Kim Jong Un dilaporkan melemparkannya ke dalam tangki berisi ratusan piranha.

Kabarnya, sebelum dimasukkan dalam tong berisi ikan ganas itu, lengan sang jenderal dipotong terlebih dahulu.

Ternyata kekejaman Kim Jong Un belum seberapa.

Pada tahun 2013 silam, Kim Jong Un mengeksekusi mati Chang Song Thaek yang merupakan suami dari bibinya sendiri, Kim Kyong Hui.

Padahal Kim Kyong Hui merupakan anak dari pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, dan adik dari mendiang ayah Kim dan sekaligus pemimpin kedua, Kim Jong Il.

Alasan eksekusi mati ini karena Chang Song Thaek mengaku ingin melakukan pengkhianatan.

Nah, pada tahun 2015 giliran seorang menteri Korea Utara yang dikabarkan dihukum mati oleh Kim Jong Un.

Jika sebelumnya beberapa kasus dikarenakan pengkhianatan, rencana kudeta, atau takutnya wabah virus corona menyebar, kali ini hanya karena tertidur.

Menteri yang sial tersebut adalah Menteri Pertahanan Korea Utara Hyon Yong Chol.

Dilansir dari kompas.com, Hyon Yong Chol yang saat itu berusia 66 tahun didakwa melakukan pengkhianatan setelah menunjukkan "rasa tidak hormat" kepada Kim Jong Un dalam sebuah acara militer.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved