Baku Tembak Polisi vs Perampok Toko Emas Pasar Kemiri, Dar Der Dor hingga Tiga Orang Tewas
Akhirnya, tiga orang tertembak dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
TRIBUNJAMBI.COM, DEPOK - Baku tembak antara polisi vs perampok toko emas terjadi di Pasar Kemiri, Jakarta Barat.
Perampok toko emas itu membawa senjata api jenis revolver.
Polisi sempat baku tembak dengan komplotan perampok toko emas di Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat.
Komplotan perampok toko emas di Pasar Kemiri itu mencoba melawan saat akan ditangkap jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.
• Dampak Corona, 4.008 Karyawan di Provinisi Jambi Dirumahkan
• Update Sebaran Virus Corona di Indonesia Senin (13/4) Pukul 10.10 WIB, 4.241 Kasus Terkonfirmasi
• Belasan Tahanan Polsek Bekasi Kota Kabur saat Dijemur, Begini Cara Mereka Meloloskan Diri
Komplotan tersebut ditangkap di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat pada Minggu (12/4/2020).
"Komplotan ditangkap di Sawangan Depok, hari Minggu," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakbar Kompol Teuku Arsya saat dihubungi, Senin (13/4/2020).
Arsya mengungkapkan, saat akan diringkus, komplotan perampok sempat melakukan perlawanan dengan menyerang dan menembakkan senjata api ke arah polisi.
Meski sudah diimbau untuk menyerah dan meletakkan senjata, para pelaku tetap melawan.
Akhirnya, tiga orang tertembak dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
"Pelaku kelompoknya ada lima orang, semuanya melawan. Ada terjadi tembak-tembakan dan tiga meninggal. Jadi pas kami bawa ke RS (mereka) meninggal," ucap Arsya.
Untuk info lebih lanjut, Polres Jakbar berencana melangsungkan konferensi pers pada sore nanti, pukul 15.00 WIB.
"Rilis nanti jam 3 nanti ya," kata Arsya.
Sebelummya, komplotan perampok beraksi di toko emas Pelita di Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (6/4/2020) siang.
Toko emas dirampok sekitar pukul 13.15 WIB. Pelaku perampokan menggasak 0,5 kilogram (kg) emas dan 10 kg perak dari toko tersebut.
"Kerugian sekitar Rp 400 juta ini dari 10 kilogram perak dan 0,5 kilogram emas," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi melalui pesan singkat, Senin (6/4/2020).