Ramadan 1441 H

Jika Corona Masih Ada, Begini Tata Cara dan Bacaan Niat Salat Tarawih dan Witir Sendirian di Rumah

Ramadan 1441 H segera tiba, namun pandemi Covid-19 atau virus corona di Indonesia belum ada tanda-tanda akan berakhir.

tribun timur
ILUSTRASI - Salat tarawih dan witir berjamaah 

TRIBUNJAMBI.COM - Ramadan 1441 H segera tiba, namun pandemi Covid-19 atau virus corona di Indonesia belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Apabila pemerintah masih menyarankan agar tetap beribadah di rumah, guna mengurangi penyebaran virus corona, maka salat tarawih sudah pasti dilakukan di rumah. 

Berikut tata cara dan bacaan niat salat tarawih serta salat witir di rumah selama Ramadan 2020.

Waktu pelaksanaan salat tarawih biasanya selepas salat Isya dan akan lebih utama dilakukan secara berjemaah di masjid.

Namun, salat tarawih dapat dilakukan secara sendiri di rumah bila tidak memungkinkan untuk berjemaah di masjid.

Tuntunan Ibadah Ramadhan 2020 Saat Kondisi Darurat Corona, Muhammadiyah Imbau Salat Tarawih di Rumah

UPDATE Kasus Corona di Jambi, Jumlah ODP Menurun Justru Pasien PDP dan Uji Lab Covid-19 Bertambah

Bulan Suci Ramadan Segera Tiba, Yuk Simak Tata Cara Mengerjakan Mandi Junub Bagi Pria dan Wanita

Hal ini senada dengan imbauan Kementerian Agama (Kemenag) yang meminta umat Islam menggelar seluruh ibadah bulan Ramadan di rumah.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin meminta agar salat tarawih berjemaah di masjid ditiadakan.

Sebagai gantinya, umat Islam dapat melaksanakan salat tarawih di rumah.

"Dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadan, kita berharap pelaksanaan buka puasa bersama ditiadakan."

"Salat tarawih dilaksanakan di rumah masing-masing, Nuzulul Quran juga akan ditiadakan, begitu juga tadarus di masjid ditiadakan," kata dia dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Anggota tim Rukyatul Hilal memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di Masjid Al Musari'in, Basmol, Jakarta, Selasa (15/5/2018). Kementerian Agama menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan 1 Ramadan 1439 H di 95 titik pemantauan yang tersebar di 32 provinsi guna menetukan rukyatul hilal dan data hisab posisi hilal untuk dimusyawarahkan dalam sidang isbat.
Anggota tim Rukyatul Hilal memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di Masjid Al Musari'in, Basmol, Jakarta, Selasa (15/5/2018). Kementerian Agama menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan 1 Ramadan 1439 H di 95 titik pemantauan yang tersebar di 32 provinsi guna menetukan rukyatul hilal dan data hisab posisi hilal untuk dimusyawarahkan dalam sidang isbat. ((TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN))
Halaman
1234
Editor: budi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved