Berita Nasional
Fakta Lokasi Gunung Krakatau yang Renggut 36 Ribu Jiwa hingga Tak Ada Tanda Kehidupan Selama 5 Tahun
Fakta Lokasi Gunung Krakatau yang Renggut 36 Ribu Jiwa hingga Tak Ada Tanda Kehidupan Selama 5 Tahun
Pada pukul 1 siang hari itu, serangkaian ledakan yang semakin keras terjadi.
Kemudian pada pukul 14.00 WIB awan hitam abu setinggi 27 mil (27 km) terlihat di atas Krakatau.
Puncaknya erupsi terjadi pada pukul 10.00 WIB tanggal 27 Agustus.
Dengan ledakan luar biasa yang terdengar hingga 2.200 mil (3.500 km) jauhnya di Australia dan mendorong abu vulkanik hingga mencapai ketinggian 50 mil (80 km).
Intensitas ledakan mengalami penurunan sepanjang hari.
Pada pagi tanggal 28 Agustus gunung berapi itu terlihat tenang.
Tetapi, letusan kecil kembali terjadi pada bulan-bulan berikutnya dan pada bulan Februari 1884.
• Nasib Buruk Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat Korban COVID-19, Rumahnya Diserbu Karangan Bunga
• Jadi Rujukan Begini Pola Kerja Tim Medis Pasien Covid-19 RS Raden Mattaher Jambi hingga Diisolasi
• Kabar Gembira! Pasien Covid-19 yang Sembuh di Indonesia Mencapai 359 Orang
Ledakan dahsyat dari gunung berapi itu memicu serangkaian tsunami.
Atau gelombang laut seismik, yang tercatat mencapai Amerika Selatan dan Hawai.
Gelombang terbesar tsunami mencapai ketinggian 120 kaki (37 meter) dan merenggut 36.000 jiwa di kota-kota pesisir terdekat Jawa dan Sumatra.
Semua bentuk kehidupan di pulau-pulau sekitar Krakatau terkubur di bawah lapisan abu yang tebal dan tidak ada tanda-tanda kehidupan hingga lima tahun kemudian.
Lahirnya Anak Krakatau
Pada awal 1928, akibat aktivitas vulkanik dan seismik yang terus berlangsung.
Nampak puncak gunung kecil yang naik mencapai permukaan laut.
Lalu, pada 1930 puncak kecil itu menjadi pulau kecil bernama Anak Krakatau yang juga merupakan gunung berapi.