Jalur Sungai Penuh-Tapan Rawan Longsor

Pengendara yang melintasi jalur Sungai Penuh-Tapan agar meningkatkan kehati-hatian. Pasalnya, sejumlah titik di sepanjang jalur

ist
Kondisi Desa Pematang Pauh, Kamis (26/3/2020) pasca longsor yang terjadi semalam. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Pengendara yang melintasi jalur Sungai Penuh-Tapan agar meningkatkan kehati-hatian. Pasalnya, sejumlah titik di sepanjang jalur puncak itu rawan longsor.

Longsor sering terjadi di puncak saat datang hujan deras. Hampir di sepanjang jalur tersebut rawan longsor.

Kamis (9/4) longsor kembali terjadi, tepatnya di kilometer 19. Akibatnya kendaraan tidak bisa melintas.

"Ya, malam tadi terjadi longsor di puncak," kata Kapolsek Kota Sungai Penuh, Iptu Yudistira, Jumat (10/4).

Ia mengatakan, longsor tersebut membuat jalur Sungai Penuh-Tapan macet selama dua jam.

"Alat berat dari provinsi dekat dilokasi, sehingga hanya terjadi kemacetan selama 2 Jam," jelasnya.

Longsor tersebut sebutnya, membuat posko pengecekan Covid 19 dipindahkan. Lokasi baru posko Covid 19 dipindahkan ke Timbangan Desa Sungai Ning.

"Sekarang jalur sudah aman, kalau hujan memang sering terjadi longsor," ungkapnya.

Untuk itu ia berharap agar pengendara selalu berhati-hati. Terutama saat melintas disaat cuaca sedang turun hujan.(*)

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved