Antrean Massa di Samsat

Pelayanan Kembali Dibuka, Samsat Kota Jambi Diserbu Ribuan Wajib Pajak

Kepala UPTD Samsat Kota Jambi Ariansyah mengatakan, di hari pertama pasca penutupan sementara itu, masyarakat mulai berbondong-bondong datang...

Tribunjambi/Mareza
Setelah sempat ditutup sementara, pelayanan pajak di UPTD Samsat Kota Jambi kembali dibuka, Senin (6/4/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setelah ditutup sementara karena virus corona di Jambi, kantor Samsat Kota Jambi kembali dibuka hari ini (6/4/2020). Layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor diserbu oleh ribuan wajib pajak.

Kepala UPTD Samsat Kota Jambi Ariansyah mengatakan, di hari pertama pasca penutupan sementara itu, masyarakat mulai berbondong-bondong datang untuk membayar pajak. Apalagi mereka memandapatkan program pemutihan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi.

“Hari ini ada 1.446 orang yang membayar pajak kendaraan, ini masih normal seperti biasanya,” kata dia.

Bupati Muarojambi akan Sumbangkan Gaji selama Tiga Bulan untuk Pembelian Disinfektan dan Masker

VIDEO 22 Santri Asal Bungo di Kediri Kembali ke Kampung Halaman di Tengah Wabah Covid-19

Gegara Komentar Oknum Dokter di Jambi Ini, Nikita Mirzani Ngamuk, Ancam Datangi dan Tampar Sosok Ini

Lanjutnya, meski ribuan masyarakat yang datang ke samsat saat ini masih dinilai mengalami penurunan. Pasalnya untuk hari biasanya bisa mencapai 1.500 lebih. Kata Ariansyah, seharusnya setelah dilakukan penutupan sementara dari 19 Maret-4 April kemarin, masyarakat lebih banyak untuk datang ke samsat.

“Harusnya hari ini lebih banyak dari hari biasanya, tapi karena persoalan Covid-19 ini, kita juga lakukan perketatan. Selain itu, jam operasionalnya juga kita batasi hingga jam 12 siang saja,” tambahnya.

Selain itu, Ariansyah menyebutkan, di hari pertama ini, pendapatan di Provinsi Jambi mencapai Rp 1,6 miliar. Meski demikian dirinya tak merasa yakin target pendapatan dari pemutihan pajak kendaraan tersebut mencapai target Rp 120 Miliar. Pasalnya saat ini perketatan Covid-19 ini bisa mempengaruhi pengunjung.

“Dari perekatatan Covid-19 ini memang kita membatasi pengunjung, tempat duduk yang kita beri jarak dan jika tempat duduk penuh, maka yang di luar tidak boleh masuk dulu,” sebutnya.

Kata Ariansyah, memang di samsat terlihat ramai masyarakat untuk membayar pajak kendaraan. Hal ini disebabkan karena protokol Covid-19, dan membuat penumpukan di luar protokol.

“Ini yang menjadi evaluasi kita, kedepannya kita akan menutup dari gerbang sehingga tak lagi terjadi penumpukkan,” pungkasnya. (Zulkifli)

Penulis: Zulkifli
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved