China Lockdown Lagi, Perang Lawan Covid-19 dari Pasien Tanpa Gejala

Belum sepenuhnya selesai 'berperang' melawan virus corona, kini Kota Jia, Provinsi Henan akan kembali di lockdown setelah kasus Covid-19 kembali muncu

Editor: Suci Rahayu PK
China Media Group   Foto seorang dokter di Wuchang yang berbaring dengan pakaian pelindung yang lengkap di kamar penuh dengan kasur kosong beredar di media sosial. 
Foto seorang dokter di Wuchang yang berbaring dengan pakaian pelindung yang lengkap di kamar penuh dengan kasur kosong beredar di media sosial 

TRIBUNJAMBI.COM - Setelah China berhasil melalui masa sulit puncak penyebaran SARS-CoV-2 di Kota Wuhan, kini Negeri Tirai Bambu tersebut harus kembali menerapkan lockdown total.

Sebelumnya, aturan lockdown di Provinsi Hubei, China Tengah yang disebut episentri penyebaran Covid-19 ini dicabut pada Rabu (25/3/2020).

Penerapan lockdown tersebut berlaku hampir dua bulan atau terhitung sejak 23 Januari 2020 lalu.

Namun, pencabutan lockdown ini belum terjadi di Kota Wuhan, sebab kebijakan baru akan dicabut pada 8 April 2020.

Anggota staf RS memberikan hormat kepada pasien virus corona yang sembuh dan telah menyelesaikan 14 hari karantina di pusat rehabilitasi di Wuhan pada tanggal 10 Maret 2020.
Anggota staf RS memberikan hormat kepada pasien virus corona yang sembuh dan telah menyelesaikan 14 hari karantina di pusat rehabilitasi di Wuhan pada tanggal 10 Maret 2020. (Xinhua/Xiong Qi)

Belum sepenuhnya selesai 'berperang' melawan virus corona, kini Kota Jia, Provinsi Henan akan kembali di lockdown setelah kasus Covid-19 kembali muncul.

Kota Jia mengeluarkan kebijakan untuk menutup semua kompleks pada Rabu (1/4/2020).

Mobilitas warga pun diawasi ketat dengan menunjukkan kartu identitas baik berkunjung maupun meninggalkan rumah.

Selain itu, standart operasional pencegahan juga dilaksanakan seperti menggunakan masker dan melakukan pengecekan suhu tubuh.

Lalu lintas kendaraan pun juga akan dibatasi.

Lagi Periksa Kos-kosan, Tim Patroli Polresta Jambi Dikagetkan Suara Seng Terhempas, Ternyata

Pecah Tangis di Lapas Bungo, Ratusan Napi Bebas karena Corona Janji, Jadi Orang Berguna

Dikutip dari South China Morning Post, otoritas setempat pun akan melakukan tindakan drastis seperti menerapkan lockdown total.

Hal tersebut dilakukan demi menangkis gelombang virus corona kedua di tengah desakan untuk memulihkan kembali situasi ekonomi China.

Wilayah yang berpenghuni 600 ribu penduduk ini akan ditutup khususnya terkait tempat bisnis.

Sementara bagian utilitas, seperti pemasok obat dan perusahaan logistik serta perusahaan pengolahan makanan akan tetap beroperasi.

Sementara dikutip dari Bloomberg.com, kebijakan ini berawal dari sebuah insiden

saat seorang wanita terinfeksi virus corona setelah mengunjungi seorang dokter.

Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020).
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). (AFP/STR/CHINA OUT)
Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved