Dampak Corona di Jambi
Akibat Corona, Pasar di Kota Jambi Sepi Pembeli, Disperindag Rencanakan Perdagangan Via Online
Ketua Pedagang Kaki Lima, Nasroel Yasir mengatakan, sampai saat ini pedagang di lapangan ada yang masih berjualan, dan ada juga yang memilih tidak...
Penulis: Miftahul Jannah | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pandemi Covid-19 di Kota Jambi juga berdampak pada sejumlah pedagang di pasar tradisional.
Termasuk Pedagang Kaki Lima (PKL), serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut terpapar mata pencariannya akibat Covid-19.
Ketua Pedagang Kaki Lima, Nasroel Yasir mengatakan, sampai saat ini pedagang di lapangan ada yang masih berjualan, dan ada juga yang memilih tidak melakukan aktivitas jualan lagi.
• Pemdes Mendalo Laut Bersama Masyarakatnya Semprot Disinfektan ke Sejumlah Fasilitas Umum
• Dua Pekan Tak Beranjak dari Merangin, Bupati Dr H Al Haris Fokus Lakukan Pencegahan Virus Corona
• Update Perkembangan Corona Provinsi Jambi Kamis (2/4/2020), ODP Meningkat 24 Orang
"Berjualan kan tidak dilarang, mungkin karena suasana sepi dan yang beli juga tidak ada, jadi banyak pedagang yang memilih tutup," kata Nasroel. Kamis, (2/4/2020).
Hingga saat ini pedagang yang masih berjualan dikatakan Nasroel sekitar 80 persen, sementara di Kota Jambi terdapat sekitar 5.000 PKL.
"Dengan adanya pandemi virus corona di Jambi ini, kegiatan kawan-kawan pedagang di lapangan jadi terbatas," sebutnya.
Nasrul berharap agar pemerintah kota memberikan kompensasi kepada para bedagang.
Sementara Kadisperindag Kota Jambi, Komari mengatakan, saat ini memang seluruh pedagang terkena imbas dari virus corona, namun pihaknya saat ini sedang mencari solusi karena masyarakat saat ini sudah sepi untuk berbelanja ke pasar.
"Kami saat ini sedang bekerja sama dengan go-jek dengan online dan dengan kominfo untuk mensiasati hal tersebut, hal ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat, nanti tinggal belanja di rumah, dan tinggal diantar," tuturnya.
Selain itu, saat ini pihaknya sedang mendata semua pedagang yang berjualan, serta bekerjasama dengan go-jek untuk mengatasi semua ini.
"Jadi bisa belanja jadi dari jauh,"kata dia.
Dirinya berharap agar cara ini menjadi solusi terhadap para pedagang dan masyarakat.
Komari juga mengimbau kepada para pedagang, agar para pedagang tetap melakukan aktivitas perdagangan seperti biasa, karena pasar dan toko tidak ditutup, hanya saja para pedagang harus tetap waspada.
"Karena kita jangan sampai ikut terjangkit virus corona, di pasar juga sudah kita siapkan tempat cuci tangan, jadi harus sering-sering cuci tangan, dan menjaga kesehatan, pasar tetap buka seperti biasa jadi para pedagang tidak perlu khawatir," tutupnya.
(Tribunjambi.com/ Miftahul Jannah)